Jul 10

APJII akhir bulan ini berencana mengoperasikan Internet root server (mirror) di Indonesia, yang bertujuan untuk menghemat pemakaian bandwidth internasional. Ahmad Alkazimy, Internet Resources Analyst APJII, menuturkan: dengan memasang server di dalam negeri maka mengakses sebuah alamat di Internet tidak perlu melalui root server di luar negeri. “Proses resolving DNS ke root server di luar negeri yang menggunakan bandwidth internasional kini bisa dikerjakan secara lokal,” katanya.

Dia tidak bisa memperkirakan seberapa besar penghematan bandwidth internasional sebelum root server beroperasi akhir bulan ini. Selain penghematan, root server lokal juga diperkirakan mampu mempercepat akses Internet. Mengambil pengalaman di Cina, tutur Ahmad, instalasi root server lokal mampu meningkatkan kecepatan akses Internet dari resolving DNS hingga 15 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Sekjen APJII Heru Nugroho berpendapat keberadaan root server di Tanah Air merupakan sarana yang berguna untuk pembelajaran dan pengembangan Internet di Indonesia, sebab root server itu sendiri hanya ada di 14 lokasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sekarang.

Root server ini akan memiliki sambungan internasional, sehingga bagi yang tidak memiliki link ke Indonesia Internet Exchange (IIX), hit ke root server dilakukan melalui sambungan internasional. Konfigurasi root server pada set-up DNS Server tidak akan berubah karena posisi server dari abjad A sampai M memiliki hirarki dan fungsi yang sama, hanya dikelola oleh institusi yang berbeda. PJI tidak perlu mengubah DNS karena hal itu akan dilakukan pada konfigurasi root server itu, rute trafik DNS di tingkat nasional akan dijadikan referensi utama sedangkan trafik ke luar negeri akan mencari akses terdekat.

Gagasan mendirikan root server di Indonesia muncul setelah serangan denial-of-service (Ddos) terhadap 13 root server dunia yang mengakibatkan akses Internet melambat cukup signifikan.
Untuk mengantisipasi serangan serupa, para pengelola server itu menghubungi APNIC.
APNIC menunjuk beberapa negara sebagai lokasi root server (mirror) dan salah satunya adalah Indonesia, menyisihkan negara lain yang masih menunggu,” ujar Ahmad.