Aug 31

Tempo memaparkan: Telkom menargetkan menambah 500 BTS Flexi baru di seluruh Indonesia sampai akhir 2004, sehingga total BTS mereka menjadi 1200 unit. Dirjasa Telkom Suryatin Setiawan menyatakan, saat ini Flexi memiliki 758 BTS yang tersebar di 114 kota di Indonesia. Pada akhir 2004, ditargetkan akan ada 1200 BTS di 191 kota. Untuk Jakarta sendiri, saat ini sudah tersebar 425 BTS dan ditargetkan menjadi 410 BTS akhir tahun ini.

Untuk pembangunan BTS dengan total nilai investasi Rp 2 triliun ini, Telkom telah menggagas kerja sama dengan 20 mitra investor di daerah. �Saat ini investor yang mulai banyak muncul adalah dari pemerintah daerah,� ujar Suryatin. Porsi investasi yang akan dibangun oleh mitra investor tersebut adalah sebesar 5 persen dengan profit sharing 80:20 untuk mitra dibanding pihak Telkom. �Kami tidak menggantungkan pembangunan BTS dari ada tidaknya investor, sehingga itu (80:20) perbandingan profit sharing yang bisa kami berikan,� jelasnya.

Dengan produk Flexi, Telkom telah mengklaim diri sebagai pemimpin pasar di bisnis jaringan telepon nirkabel dengan menguasai pasar sekitar 97 persen. “Pengembangan BTS ini untuk mempersiapkan target pencapaian pelanggan kami, yaitu 1,5 juta pelanggan akhir tahun ini,” ujar Suryatin. Selain menambah unit BTS, jelas Suryatin, TelkomFlexi telah merencanakan pengembangan bentuk layanannya. â€?Kami sedang mengembangkan layanan over the air, yaitu isi ulang lewat SMS,â€? paparnya. Dia menambahkan, layanan voucherless tersebut untuk memudahkan isi ulang. â€?Nantinya pelanggan Flexi juga bisa isi ulang melalui ATM, bahkan hanya dengan Rp 5 ribu,â€? katanya.

Layanan lain yang ingin dikembangan Flexi adalah electronic data capture. Menurut Kadiv Fixed Wireless Access Alex Sinaga, pihaknya sedang mencoba mengembangkan layanan telescreen lewat MMS/internet. �Dengan layanan ini pelanggan dapat meminta kami untuk menangkap gambar yang diinginkan, misalnya kondisi rumahnya, melalui MMS atau internet,� papar dia. TelkomFlexi, telah menyadari bahwa kekuatan teknologi CDMA adalah pada layanan data, sehingga arah pengembangan layanan pada tahun 2005 akan lebih diwarnai oleh pengembangan layanan data.

Aug 28

Nokia dan Vodafone mengumumkan telah memulai prakarsa penyusunan standard yang memungkinkan pembuatan aplikasi Java yang dapat dijalankan pada berbagai sistem mobile dari berbagai vendor. Prakarsa yang dinamai �mobile service architecture initiative� ini akan menyusun spesifikasinya dalam Java Community Process, yaitu badan standar yang dipimpin Sun Microsystem sebagai pencipta Java.

Prakarsa ini akan dimulai dengan menggunakan spesifikasi yang sudah ada untuk J2ME, kemudian diperluas dengan arsitektur yang konsisten, tanpa menyusun API baru. Setidaknya direncanakan seperti itu lah.

Saat ini aplikasi mobile menggunakan bermacam platform dan OS, seperti keluarga Windows Mobile, Symbian, hingga Linux. Setiap OS menggunakan JVM dengan cara yang berbeda. Lebih rumit lagi, ada OS yang tak menggunakan JVM sama sekali, melainkan menjalankan aplikasi Java yang terkompilasi untuk OS tersebut.

Standar yang disusun prakarsa Nokia-Vidafone ini diharapkan akan mendorong pembuat perangkat mobile untuk memodifikasi platformnya untuk dapat menjalankan aplikasi standard itu. Di dalamnya diharapkan juga ada feature peningkatan security untuk upload dan download software, serta pengelolaan komponen software secara lebih baik dan aman.

Prakarsa ini didukung juga oleh Orange, Siemens, Sony, Ericsson, dan T-Mobile International.

Aug 27

Intel mengumumkan akan diluncurkannya teknologi Centrino Tri-Mode yang akan memungkinkan perangkat notebook mengakses WLAN menurut spesifikasi IEEE 802.11a, b, dan g. Chipset baru dengan teknologi ini, yang dinamai Intel PRO/Wireless 2915ABG Network Connection, akan memiliki software baru yang akan menyederhanakan kerja pemakainya, dan akan mendukung standar keamanan 802.11i.

Software itu dinamai PROSet/Wireless Software. Di dalamnya terdapat wisaya (wizard) untuk konfigurasi, troubleshooting masalah security secara otomatis, dan peningkatan kemampuan troubleshooting. Intel juga bilang bahwa software ini disertai dengan Cisco Compatible Extensions versi terakhir.

Seluruh teknologi ini baru mulai dipasarkan pada notebook yang diluncurkan September ini.

Namun, Intel bukanlah yang pertama dalam teknologi tri-mode. Atheros Communications telah meluncurkan chipset tri-mode ini pada Februari 2003.

Aug 20

Pertumbuhan layanan Internet berkecepatan tinggi di AS cenderung lambat pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan perkiraan sebelumnya, lembaga riset Leichtman melaporkan. Seperti dikutip dari Reuters, laporan lembaga riset itu menyebutkan penurunan penggunaan juga terlihat pada layanan Internet pita lebar. Masa libur sekolah, menurut Leichtman menjadi salah satu pemicu penurunannya.

“Saat ini terdapat sekitar 30 rumah tangga pengguna layanan Internet pita lebar di Amerika,” kata Bruce Leichtman, pendiri sekaligus Presiden lembaga iset Leichtman.
Menurut dia, hal itu tidak mengindikasikan pasar Internet telah jenuh. Memasuki kuartal ketiga dan keempat tahun ini diperkirakan pasar Internet berkecepatan tinggi akan kembali meningkat.

Di AS sendiri terdapat 20 penyedia layanan Internet dan tambahan 1,7 pelanggan selama kuartal kedua tahun ini. Penambahan pelanggan tersebut tercatat sebagai yang terkecil sejak 2001. Secara keseluruhan, terdapat 28,6 juta pengguna Internet berkecepatan tinggi di negara itu, atau 95% dari seluruh jumlah penduduk.

Sembilan perusahaan layanan telepon terbesar berhasil menambah jumlah pelanggan layanan pita lebar sejumlah 895.791, sementara penambahan pelanggan pada 11 penyedia Internet kabel terbesar di AS adalah sekitar 830.791 orang.

Menurut Bruce, penyedia layanan telepon dan Internet kabel seperti Comcast Corpooration terus meningkatkan layanan pita lebar mereka sebagai bisnis yang menguntungkan. Beberapa analis memperkirakan para pimpinan perusahaan dari berbagai bidang usaha akan menambah jaringan pada sistem Internet pita lebar mereka untuk mendukung proses bisnisnya.

Aug 20

Pasar router triwulan kedua tahun ini turun 2% dibandingkan triwulan kedua tahun lalu. Demikian disampaikan lembaga riset Dell’Oro Group. Penjualan router triwulan kedua mencapai nilai $1,72 miliar, juga turun dibandingkan triwulan pertama tahun ini sebesar $1,75 miliar. Dell’Oro memperkirakan industri IT sedang kurang bersemangat melakukan ekspansi dan upgrade. Tapi barangkali yang terjadi justru efisiensi dalam arti positif.

Khusus pada router berperforma tinggi, justru terjadi peningkatan sebesar 13%, dengan nilai $260 juta. Router semacam ini, dengan rate 10 Gb/s umumnya dijalankan operator telekomunikasi dan ISP.

Pemimpin pasar dalam router berperforma tinggi, berturut-turut adalah Cisco Systems, Juniper Networks, dan Avici Networks.

Aug 16

Avaya telah memamerkan dua produk mobile dengan target para pekerja yang bekerja di lingkungan dan di luar lingkungan kantor: sebuah gateway WLAN W310 dan access point WLAN W110. Digabungkan dengan software telefoni IP dan network managernya, perangkat ini menjadi sistem Voice over WLAN (VoWLAN) yang bisa bekerja dengan CN620, yaitu perangkat mobile dual-network dari Motorola.

Para pekerja bisa melakukan hubungan komunikasi mobile dengan perangkat ini dengan dua cara. Di lingkungan kantor, mereka terhubung sebagai VoIP ke WLAN kantor. Di luar itu, mereka terhubung dengan layanan seluler — juga sebagai VoIP. Wow.

Di samping itu, masih ada potensi layanan tambahan khas VoIP, seperti kemampuan mendengarkan e-mail, akses direktori perusahaan, dan mengikuti telekonferensi — baik saat mereka di kantor maupun jauh dari kantor.

Solusi bersama dari Avaya, Motorola, dan Proxim ini sudah berada pada tahap pengembangan final, dan saat ini sedang dicoba digunakan di beberapa perusahaan di AS. Diharapkan produk ini memasuki tahap komersial tahun ini juga.

Aug 12

Tempo memberitakan: Mulai 10 Agustus 2004, Indonesia secara resmi mengoperasikan F-Root Nameserver untuk mempercepat akses internet dan memudahkan masyarakat dalam pencarian website. “Akses internet jadi lebih cepat karena tidak perlu melalui jaringan global seperti selama ini yang dilakukan komunitas internet Indonesia,” kata Heru Nugroho, Sekjen APJII. Heru menambahkan, dengan implementasi F-Root Server di Indonesia, response time root server query menjadi 100 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Selain itu, katanya, hop rata-rata ke root server terdekat juga turun dari 11-12 hop menjadi 5-6 hop.

Kelebihan lain yang ditawarkan F-Root yaitu waktu reaksi root server query jadi lebih cepat dari 600 ms (VSAT) dan 200 ms (FO) ke 6 ms (Fast Ether), jumlah rata-rata hop ke root server terdekat turun dari 11-12 hop ke 5 hop dan internet di Indonesia jadi lebih tahan banting, host resolution tidak tergantung lagi pada root server di luar negeri.

“Secara langsung hubungannya bukan pada peningkatan jumlah pengguna internet namun pada kenyamanan,” kata Heru ketika ditanya korelasi F-Root terhadap pangsa pasar. Namun, ia menambahkan bahwa bukan tidak mungkin kenyamanan akan meningkatkan jumlah pengguna internet. Saat ini, tambahnya, jumlah pengguna internet minimal 10 juta. Data ini didapat dari pengguna ISP legal dan ISP ilegal (tidak memiliki lisensi). “Target kita tahun ini 12 juta pengguna,” kata Heru.

Aug 07

IEEE telah memulai penyusunan P1675, �Standard for Broadband over Power Line Hardware.� Standar ini akan digunakan sebagai bakuan menyeluruh dalam instalasi perangkat-perangkat komunikasi data broadband, dalam distribusi listrik, atau yang sering disingkat dengan BPL (broadband over powerline), baik dalam bentuk jaringan bawah tanah (underground) maupun jaringan atas tanah (overhead). Di dalamnya akan tercakup juga soal perlindungan bagi pekerja dan pemakai jaringan. Standar ini diharapkan akan selesai pada pertengahan 2006.
Terrence Burns, Ketua Kelompok Kerja Standar IEEE BPL, mengharapkan bahwa BPL dapat menjadi pilihan yang baik bagi akses yang lebih luas ke Internet. Nilai tambah BPL adalah kemudahan akses dan investasi yang murah, karena secara praktis hampir semua perangkat komputer yang bukan wireless berada dekat jaringan listrik.
Konsep BPL sebenarnya sederhana. Kombinasi komputer-router dan sebuah coupler menerima sinyal data dari kabel optik, dan memindahkan sinyal itu ke dalam arus listrik di jaringan tegangan menengah (JTM). Repeater di pasang setiap kilometer untuk menjaga agar sinyal tidak banyak cacat. Di dekat posisi pemakai, di mana JTM akan dikonversi dengan trafo ke jaringan tegangan rendah (JTR), dipasang repeater-router yang akan memindahkan sinyal di JTM ke JTR. Sinyal di JTR akan dapat diakses oleh customer dengan modem yang dipasang pada outlet-outlet listrik biasa.
Masalah yang harus dihadapi perusahaan distribusi listrik antara lain soal pengawasan dan pemeliharaan kualitas sinyal, dan jaringan komunikasi data secara menyeluruh, termasuk soal-soal keamanan bagi pemakai dan operator; sambil juga menjaga agar sistem yang baru ini tidak akan mengganggu distribusi listrik yang diasumsikan sudah berjalan baik.

Aug 06

IEEE memulai lagi standar-standar baru di keluarga WLAN 802.11, yaitu P802.11r untuk roaming cepat di WLAN, dan P802.11s untuk aplikasi mesh.
Standar 802.11r ditujukan untuk mempermudah pemakaian VoIP dan aplikasi interaktif real-time lain di WLAN. Ini dilakukan dengan meningkatkan kinerja layer MAC yang akan meminimalkan waktu non-connect antara unit WLAN yang sedang melakukan roaming. Diharapkan waktu putus yang diminimalkan ini tidak akan terasa bagi pemakai yang sedang melakukan koneksi real time.
Sementara itu, Standar 802.11s dimaksudkan untuk memperluas jangkauan WLAN dengan melewati node-node wireless. Diharapkan, jangkauan WLAN yang tadinya hanya sekitar 100m dapat meningkat jauh tanpa harus melakukan instalasi dengan kabel di node-node akses WLAN. Bahkan dimungkian untuk memasang node-repeater dalam bentuk unit-unit bergerak juga; yang akan sangat berguna misalnya untuk aplikasi gawat darurat seperti pemadam kebakaran, atau aplikasi yang pura-pura gawat seperti militer.

Aug 03

Telkom akan mengembangkan layanan akses Internet berkecepatan tinggi dengan merek dagang Speedy, minimal 100.000 satuan sambungan layanan per tahun untuk mempercepat penetrasi pasar. Dirut Telkom Kristiono mengungkapkan, saat ini layanan broadband berbasis teknologi ADSL tersebut baru mulai diluncurkan di wilayah Jabotabek dan Surabaya. Selanjutnya, tutur dia, layanan Speedy akan terus dikembangkan ke kota lain yang ditargetkan sudah menjangkau 12 kota besar di Indonesia dengan kapasitas hingga 50.000 akhir tahun ini.

Target penyebaran dari layanan Speedy akan disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan dari pengguna yang kebanyakan berasal dari kalangan korporasi, small medium enterprise, dan perumahan yang menggunakan Internet cukup tinggi. Kristiono memaparkan dengan teknologi yang sudah matang dan skala ekonomi yang juga semakin besar, investasi ke depan akan terus menurun sehingga harga layanan Speedy yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan semakin kompetitif.