Jan 26
Kompas: Telkom kini menyediakan layanan yang bisa meneruskan e-mail dari PC Anda ke ponsel atau PDA phone dalam rupa SMS. Layanan bernama Push E-mail yang diperkenalkan di pada 25 Januari ini terdiri dari tiga bagian, yakni Push Connector, Relay Server, dan Push Client. Push Connector adalah perangkat yang diletakkan di jaringan perusahaan, berfungsi untuk meneruskan e-mail yang masuk. E-mail ini kemudian diteruskan ke Relay Server yang berada di sistem Data Center Telkom. Dari sini, e-mail dikirim ke Push Client yang tidak lain merupakan ponsel atau PDA phone pelanggan.
“Jadi Relay Server yang berada di telkom berfungsi menghubungkan Push Connector dengan Push Client,” kata Manager Multimedia Content & IDC Telkom, Luqman EL Hakiem Syamlan. “Sedangkan Push E-mail sendiri merupakan cermin dari sistem e-mail desktop yang ditampilkan di ponsel.”
“Apa yang bisa diterima dan dikirim melalui desktop dapat pula dikirim dan diterima melalui ponsel dengan menggunakan push client,” lanjut Luqman. “Dengan sistem ini, pengguna akan bisa mengakses e-mail dengan mudah. Ia dapat mengirim e-mail dengan cara yang sama seperti mengirim SMS.”
Menurut Luqman, keuntungan dari layanan ini adalah ia dapat dipergunakan di seluruh tempat di tanah air, sepanjang jaringan GPRS Telkomsel dan jaringan PDN Flexsi tersedia. Di samping itu, pengguna bisa menggunakannya tanpa harus mengganti nomor mereka.
Namun tidak semua ponsel bisa memanfaatkan layanan ini. Hanya smartphone berbasis Symbian (S60 dan UIQ) dan PDA Phone berbasis Windows mobile 2003 saja yang bisa menikmatinya. Ini karena tuntutan software yang harus diinstal pada ponsel.
Jan 23
Menhub telah menandatangani Kepmen No. 2/2005 yang mengatur pembebasan frekuensi 2,4 Gigahertz dari lisensi. Kepmenhub ini berlaku mundur sejak 1 Januari 2005. Santoso Serad, Kepala Bagian Hukum Ditjen Postel Dephub, mengatakan, Dengan dibebaskannya frekuensi 2,4 GHz dari lisensi, berarti Kepmenhub No. 40/2002 mengenai tarif biaya hak penggunaan [BHP] frekuensi tersebut menjadi tidak berlaku lagi.”
Saat ini, lanjut dia, Ditjen Postel tengah berkonsentrasi menyusun keppres mengenai pelimpahan wewenang kepada pemda provinsi bersama Ditjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri, terkait dengan masalah penggunaan frekuensi radio. Kedua instansi tersebut, menurut Santoso, akan menyusun batasan kewenangan oleh pemda provinsi dan kabupaten. “Pemkab dan pemkot hanya akan mengatur masalah-masalah low enforcement mengenai pelaksanaan Kepmen No. 2/2005,” tandasnya.
Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menilai sejumlah rancangan peraturan daerah (raperda) tentang frekuensi 2,4 GHz dapat menggagalkan langkah departemennya dalam membebaskan lisensi frekuensi itu. “Untuk itulah Dephub akan berkoordinasi dengan Depdagri untuk meneliti dan mengkaji sejumlah raperda yang berindikasi melanggar UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi sebagai peraturan di atasnya, serta mengambil langkah yang diperlukan sebelum raperda tersebut ditetapkan sebagai perda,” ujarnya belum lama ini.
Santoso melanjutkan pemakaian frekuensi 2,4 Ghz akan diserahkan kepada komunitas atau masing-masing pengguna sehingga tidak melalui proses pendaftaran. “Pemerintah baru turun tangan bila ada permasalahan mengenai penggunaan frekuensi itu di lapangan. Pemerintah hanya akan menetapkan batasan spesifikasi alat yang diizinkan, sementara pengawasan akan dilakukan Dishub di daerah.”
Frekuensi 2,4 GHz merupakan standar WLAN 802.11 yang memiliki kecepatan transmisi data hingga 2 Mbps dan tergolong dalam industrial scientific and medical serta unlicensed national information infrastructure band.
Jan 20
Intel Corp menginformasikan pada 5 Januari bahwa sebuah eksperimen menciptakan laser (d/h LASER) dari silikon tengah dilakukan. Memang pada tahap awal ini, hasilnya masih kalah unggul dibandingkan laser dari bahan mahal semacam Galium Arsenida. Tapi bhan silikon yang lebih murah menjanjikan revolusi baru dalam dunia IT. Akan ada peluang bahwa semua komputer akan dapat terkoneksi secara optik. Lebih dari itu, akan ada peluang juga bahwa komponen komputasi dapat dikoneksikan secara optik dalam sebuah mikrochip.
Sebelum Intel, banyak riset yang telah dilakukan untuk menciptakan laser dari silikon. Halangan yang dihadapi umumnya bahwa silikon lebih banyak membangkitkan panas daripada cahaya. Salah satu riset yang cukup berhasil dilakukan oleh Salvo Coffa di Geneve. Namun waktu Coffa mencobakan metodenya untuk menyuntikkan arus listrik ke diode silikon yang telah direkayasanya, laser yang dihasilkan tidak bersifat kontinu. Namun riset Coffa ini dianggap telah membuka jalan.
Intel sendiri menggunakan yang disebut sebagai efek Raman. Pada efek ini, cahaya dihamburkan pada material tertentu untuk menghasilkan cahaya lain yang gelombangnya lebih panjang. Umumnya efek Raman diumpankan pada serat optik sepanjang kiloan meter untuk menghasilkan gelombang yang panjang. Namun Intel memanfaatkan efek ini pada piranti yang panjangnya beberapa sentimeter saja, karena — menurut Mario Paniccia, ketua kelompok fotonik silikon di Intel — silikon memiliki efek yang sepuluh ribu kali lebih kuat.
Masalahnya kemudian adalah bahwa laser pada ruang sekecil itu akan saling menumbuk dan bahkan berinteraksi dengan elektron. Semakin besar daya diberikan, bukannya semakin banyak cahaya dihasilkan, justru cahaya berkurang akibat diserap elektron. Jadi solusinya adalah memotong laser menjadi pulsa-pulsa, sehingga tidak terserap oleh elektron terlalu banyak. Masalah lebih lanjut adalah bahwa laser harus berjalan secara kontinyu, bukan dalam bentuk pulsa patah-patah dalam orde pikometer. Jadi para periset memanfaatkan waveguide untuk memperpanjang pulsa yang dihasilkan. Waveguide-nya dibentuk dari silikon juga, dalam bentuk semacam diode dengan tanjakan di tengahnya. Tegangan pada diode menyapu elektron yang tak diinginkan, dan membiarkan cahaya mengalir melewati chip.
Jan 14
IPTV (Internet Protocol Television)
- Tujuan: Menghantarkan data video melalui koneksi broadband berkecepatan rendah (2.2 Mb/s).
- Keunggulan: Membuat persaingan baru antara perusahaan telekomunikasi dengan penyedia
TV kabel, tanpa keharusan upgrade kabel tembaga menjadi serat optik yang mahal.
- Perusahaan: Swisscom AG & Microsoft
- Tempat: Zurich, Swiss
- Anggaran: Rahasia
Proyek Pengembangan Ultracapacitor
- Tujuan: Mengembangkan ultracapacitor yang lebih murah, dan membangkitkan pasar.
- Keunggulan: Ultracapacitor mengungguli baterai dalam banyak hal, dan akan mendorong
penggunaan mobil elektrik.
- Perusahaan: NessCap
- Tempat: Yongin, Korea
- Anggaran: US$ 2jt
Electrochemical Mechanical Planarization
- Tujuan: Membangun mikrochip generasi baru yang lebih kecil, lebih cepat, lebih murah.
- Keunggulan: Proyek ini telah dapat mengatasi masalah “showstopper” yang menjadi
penghalang pada industri semikonduktor, sehingga dapat terus memuluskan Hk Moore
setidaknya sampai 5 tahun lagi.
- Perusahaan: Applied Materials
- Tempat: Santa Barbara, US
- Anggaran: Rahasia
Vegas’ Metro Mesh Network
- Tujuan: Mengimplementasikan program pilot untuk teknologi wireless broadband seluas satu kota.
- Keunggulan: Sifat mesh mempermudah deployment, dan dapat digunakan dari komunikasi keadaan
darurat (emergency) hingga pengelolaan lampu lalu lintas.
- Perusahaan: Cheetah, MeshNetwork
- Tempat: Las Vegas, US
- Anggaran: US$ 175rb untuk pilot, US$ 6jt untuk implementasi
Niagara
- Tujuan: Mengembangkan mikroprosesor yang bekerja 10x lebih efisien, lengkap dengan penghematan
data dua kali lipat.
- Keunggulan: Esensial untuk pusat-pusat data yang memiliki server-server yang perlu daya besar.
- Perusahaan: Sun Microsystem
- Tempat: Sunnyvale, US
- Anggaran: Rahasia
Jan 13
IEEE Spectrum, mengutip data dari The Yankee Group, menampilkan daftar vendor terkemuka yang sudah meluncurkan terminal selular 3G secara komersial. Berikut daftarnya:
| VENDOR
| MODEL
| OS
| CPU
|
| Siemens
| UI0, UI5
| Proprietary
| Freescale
|
| NEC
| 313, e228, e606, c616, e616, 616v, e808n/s, e808y
| Proprietary
| Agere
|
| Motorola
| A830, A835, A845, A920, A925
| Proprietary & Symbian
| Freescale
|
| Nokia
| 7600, 6650, 6651, 6630
| Proprietary & Symbian
| Texas Instruments
|
| LG
| U8110, U8120
| Proprietary
| Ericsson
|
| Sony Ericsson
| Z1010
| Proprietary
| Ericsson
|
| Samsung
| Z105U
| Proprietary
| Qualcomm
|
| Sanyo
| V801sa
| Proprietary
| Qualcomm
|