Nov 24
detikInet — Nokia mengatakan akan berinvestasi di Indonesia dalam bentuk pembangunan laboratorium teknologi bernama Nokia Technology Center (NTC) di Bandung.
Ini disampaikan oleh Presdir Nokia untuk jaringan di Indonesia, Marko Kytoharju, di Jakarta, Rabu (23/11/2005). Laboratorium yang direncanakan berlokasi di Bandung itu akan fokus pada pengembangan jaringan.
Hingga saat ini, ujar Marko, investasi itu belum dimulai. Meski demikian, Marko mengaku sudah membicarakan hal itu pada pemerintah. Soal berapa besar investasi, Marko juga tutup mulut.
NTC antara lain akan mengembangkan sistem dan teknologi untuk jaringan 2G, 3G dan teknologi lain yang akan datang. Kemudian, NTC juga diperuntukkan sebagai pusat pengembangan kompetensi dan transfer teknologi untuk konsumen, pegawai, dan mitra lokal Nokia. Nokia juga tak menutup kemungkinan bagi penyedia konten lokal untuk berkolaborasi bersama melakukan uji coba aplikasi dan konten dengan jaringan Nokia. Selain itu, universitas lokal juga akan digandeng untuk program riset dan pengembangan jaringan.
Nov 18
detikInet — Linux Phone Standards Forum (LiPS) Forum dibentuk untuk menciptakan aplikasi antarmuka pemrograman, yang memungkinkan pengembangan aplikasi-aplikasi mobile di ponsel bersistem operasi Linux. Standar ini diharapkan dapat dipakai di semua ponsel Linux keluaran semua produsen.
Forum ini diharapkan akan bekerja sama dengan Open Mobile Terminal Platform, sebuah asosiasi operator yang membentuk standar ponsel. Aplikasi-aplikasi yang dibuat untuk ponsel Linux, diharapkan dapat berinteraksi dengan ponsel bersistem operasi lainnya, seperti Symbian atau Microsoft Windows Mobile. Sejumlah perusahaan tercatat sebagai pendiri LiPS, yaitu: PalmSource, France Telecom, Orange, TIM Italia, ARM Holdings, Jaluna, Open-Plug, dan Montavista Software.
LiPS menargetkan akan merilis API di sejumlah perangkat, mulai dari perangkat dengan fitur mendasar, sampai smart phone. Kelompok ini juga menyelenggarakan proses uji coba perangkat, sehingga nantinya bisa mendapat sertifikasi dari LiPS berlabel LIPS-compliant. Perangkat bersertifikasi LiPS diperkirakan mulai dijual tahun 2007. Demikian seperti dikutip detikinet dari PCWorld.com.
Nov 17
Telkom telah sukses meluncurkan satelit Telkom-2 pada pukul 06.46 WIB pagi ini, Kamis 17 November 2005. Satelit dengan berat hampir 2 ton tersebut telah meluncur bersama dengan satelit Spaceway (milik Direct TV) dengan bobot 6 ton yang didorong oleh roket Ariane 5 ECA dengan bobot 780 ton mengarah ke posisi orbit 118° BT dengan ketinggian 36.000 km.
Satelit Telkom-2 dirancang dengan menggunakan platform Star-2 oleh Orbital dengan berat saat peluncuran 1955 kg dan dirancang dengan masa operasi 15 tahun. Satelit Telkom-2 dirancang untuk memiliki kapasitas 24 transponder standard C-band dengan spesifikasi teknis yang mirip dengan yang dimiliki satelit Telkom-1. Satelit ini mempunyai cakupan yang lebih luas dari satelit Palapa B-4 dengan daerah cakupan meliputi wilayah ASEAN dan India. Satelit Telkom-2 akan dipergunakan untuk mendukung jaringan telekomunikasi Telkom dalam layanan voice, komunikasi data, dan multimedia.