Dec 26
Bisnis — Trafik Internet Indonesia diprediksi akan mencapai 2,1 Gb/s tahun depan, naik sekitar 30% hingga 40% dari prediksi tahun ini sebesar 1,5 Gb/s, yang dipicu oleh naiknya jenis content games online dan naiknya jumlah pengguna Internet aktif. Menurut Johar Alam, nilai tertinggi lalu lintas Internet biasanya terjadi pada Maret atau September karena pada waktu itulah perusahaan menggelar berbagai laporan keuangan maupun distribusi dokumen. Johar Alam adalah pengelola National InterConnection Exchange (NICE) yang juga pemilik Internetindo Data Citra (IDC). NICE adalah tempat hosting sejumlah penyelenggara jasa Internet Indonesia (PJI) selain Indonesia Internet eXchange (IIX) milik Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Seperti diketahui, buntut pertikaian antara APJII dengan IDC adalah terpecahnya pusat pertukaran lalu lintas Internet menjadi dua, yaitu IIX dan NICE. Dualisme keberadaan router pusat pertukaran lalu lintas Internet tersebut memicu perpecahan antarPJI di mana ada sebagian dari mereka yang terhubung pada NICE dan ada juga yang terhubung ke IIX. Pusat pertukaran lalu lintas Internet adalah sebuah infrastruktur sebagai tempat terminal lalu lintas data bagi PJI-PJI dan pemilik portal di Indonesia sehingga mampu menyediakan akses Internet secara lebih cepat tanpa berhbungan dengan router di luar negeri.
Dec 14
IEEE telah mengesahkan standar 802.16e. Standar yang juga dikenal dengan 802.16-2005 ini resmi boleh dipakai untuk WiMAX mobile. Berita peresmian itu saja disambut hangat oleh berbagai vendor perangkat. Terlebih Motorola yang saat ini berhak menjadi jawara standar 802.16e. Motorola yakin bahwa pasar akses nirkabel broadband mobile akan jauh melampaui pasar fixed.
Motorola menyatakan akan mengapalkan 802.16e kit pada pertengahan 2006 mendatang, dan tak lagi menjajakan produk 802.16d. Dengan begitu, Motorola bisa mempercepat pengintegrasian teknologi WiBro yang dikembangkan Korea ke dalam versi mobile WiMAX dan membuatnya kompatibel dengan versi fixed-wireless.
Sementara itu, Alcatel juga dipastikan akan mendapat tempat untuk WiMAX mobile. Alcatel mengungkap bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan manufaktur KT Korea. Kerjasama ini dilakukan untuk bersama-sama memastikan interoperabilitas antara teknologi WiBro Korea dan standar 802.16e. Bahkan kedua perusahaan tersebut memutuskan untuk mendirikan pusat penelitian di Seoul untuk mengarahkan uji coba interoperabilitas infrastruktur WiMAX dengan perangkat mobile. Selain itu, mereka berharap bisa mengembangkan aplikasi broadband mobile baru untuk mengeksploitasi pasar WiMAX mobile di seluruh dunia.
Dec 08
detikInet — Layanan pengiriman video lewat internet diperkirakan akan mendongkrak laju pertumbuhan trafik sebanyak 300 hingga 500 persen. Hal itu diungkapkan Chief Executive Cisco, John Chambers, pada acara World Wide Analyst Conference tahunan di Santa Clara California. Menurut Chamber, tingkat pertumbuhan trafik di Eropa dan Amerika Utara setiap tahunnya meningkat sekitar 100 persen. Bahkan para penyedia layanan di Jepang juga telah merasakan hal yang sama sejak mereka menguji layanan televisi internet. Meningkatnya trafik jaringan tersebut bukan hanya karena sinyal broadcast berdefinisi tinggi saja, tetapi juga karena bertambahnya layanan baru.
Chambers menambahkan: Semua acara televisi akan disiarkan melalui internet. Siaran olahraga misalnya, mereka tidak hanya memiliki satu sudut pandang kamera tetapi 40 sudut pandang kamera.
Untuk ke depannya, para broadcaster berencana menambahkan fitur komunikasi yang memungkinkan pengguna memakai video conference dengan teman dan keluarga. Bahkan pengguna bisa menonton pertandingan bersama atau saling bertukar pesan terkait acara yang sedang mereka tonton. Layanan baru ini sedianya akan mendorong televisi untuk berevolusi dari pengiriman data satu arah menjadi pengiriman data yang lebih interaktif. Tetapi tampaknya hal ini akan menyulitkan para vendor perangkat jaringan seperti Cisco untuk memberikan solusi yang tepat. Menurut Chamber, sangat sulit untuk menjalankan video lewat internet.
Pernyataan itu diperkuat Chief Development Officer Cisco, Charlie Giancarlo. Menurutnya, kecepatan jaringan jauh lebih penting untuk layanan video online. Bagi pengguna internet, keterlambatan beberapa detik saja mungkin masih bisa diterima saat berjelajah di web. Tetapi bagi para penikmat televisi, mereka menginginkan hasil yang cepat ketika mengganti kanal televisi. Tetapi Cisco yakin bahwa provider DSL akan mengupayakan sesuatu untuk televisi internet. “Bagi penyedia layanan wireline, masa depan mereka bergantung pada kesuksesan persiapan video untuk konsumen mereka,” ujar Giancarlo.
Tanpa video, layanan wireline mereka bisa saja direbut perusahan ponsel atau kabel. Karena itu, mereka harus mengembangkan sesuatu yang baru yang hanya bisa dikembangkan oleh perusahan broadband, dan itu adalah video. Cisco menaruh harapan besar untuk kesuksesan televisi internet. Bulan lalu saja, Cisco rela mengeluarkan dana hingga US$6,9 miliar kepada Scientific Atlanta, salah satu pembuat set-top boxes televisi dan perekam video digital terbesar di dunia.