Dec 08

detikInet — Layanan pengiriman video lewat internet diperkirakan akan mendongkrak laju pertumbuhan trafik sebanyak 300 hingga 500 persen. Hal itu diungkapkan Chief Executive Cisco, John Chambers, pada acara World Wide Analyst Conference tahunan di Santa Clara California. Menurut Chamber, tingkat pertumbuhan trafik di Eropa dan Amerika Utara setiap tahunnya meningkat sekitar 100 persen. Bahkan para penyedia layanan di Jepang juga telah merasakan hal yang sama sejak mereka menguji layanan televisi internet. Meningkatnya trafik jaringan tersebut bukan hanya karena sinyal broadcast berdefinisi tinggi saja, tetapi juga karena bertambahnya layanan baru.

Chambers menambahkan: Semua acara televisi akan disiarkan melalui internet. Siaran olahraga misalnya, mereka tidak hanya memiliki satu sudut pandang kamera tetapi 40 sudut pandang kamera.

Untuk ke depannya, para broadcaster berencana menambahkan fitur komunikasi yang memungkinkan pengguna memakai video conference dengan teman dan keluarga. Bahkan pengguna bisa menonton pertandingan bersama atau saling bertukar pesan terkait acara yang sedang mereka tonton. Layanan baru ini sedianya akan mendorong televisi untuk berevolusi dari pengiriman data satu arah menjadi pengiriman data yang lebih interaktif. Tetapi tampaknya hal ini akan menyulitkan para vendor perangkat jaringan seperti Cisco untuk memberikan solusi yang tepat. Menurut Chamber, sangat sulit untuk menjalankan video lewat internet.

Pernyataan itu diperkuat Chief Development Officer Cisco, Charlie Giancarlo. Menurutnya, kecepatan jaringan jauh lebih penting untuk layanan video online. Bagi pengguna internet, keterlambatan beberapa detik saja mungkin masih bisa diterima saat berjelajah di web. Tetapi bagi para penikmat televisi, mereka menginginkan hasil yang cepat ketika mengganti kanal televisi. Tetapi Cisco yakin bahwa provider DSL akan mengupayakan sesuatu untuk televisi internet. “Bagi penyedia layanan wireline, masa depan mereka bergantung pada kesuksesan persiapan video untuk konsumen mereka,” ujar Giancarlo.

Tanpa video, layanan wireline mereka bisa saja direbut perusahan ponsel atau kabel. Karena itu, mereka harus mengembangkan sesuatu yang baru yang hanya bisa dikembangkan oleh perusahan broadband, dan itu adalah video. Cisco menaruh harapan besar untuk kesuksesan televisi internet. Bulan lalu saja, Cisco rela mengeluarkan dana hingga US$6,9 miliar kepada Scientific Atlanta, salah satu pembuat set-top boxes televisi dan perekam video digital terbesar di dunia.