Jan 28

Detik — Indosat akan meluncurkan Satelit Palapa D pada pertengahan 2009 mendatang, menggantikan Satelit Palapa C2, yang akan berakhir masa orbitnya sekitar 2010 sampai 2011. “Selang waktu satu tahun itu untuk mengantisipasi jika saja terjadi kendala di satelit,” ujar Direktur Regional Sales Indosat, Wityasmoro Sih Handayanto kepada wartawan di Bandung.

Dijelaskan, satelit Palapa D nantinya akan beroperasi di orbit 113 derajat Bujur Timur yang sekarang masih ditempati satelit Palapa C2. Sedangkan satelit Palapa C2 yang masih mempunyai masa aktif sekitar satu sampai dua tahun lagi, akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat BT yang sebelumnya ditempati Palapa C1.

Satelit Palapa D akan memiliki 40 transponder, lebih banyak dari Palapa C2 yang hanya 36 transponder. Dari 40 transporder itu, Wityasmoro menjelaskan, sekitar 40 persen akan digunakan untuk kepentingan Indosat di dalam negeri, sedangkan sisanya akan disewakan ke pihak di luar Indosat baik dari dalam ataupun luar negeri. Dijelaskannya, selain Indonesia, cakupan satelit itu bisa mencapai Asia, India, Jepang dan Australia.

Wityasmoro menolak mengungkap besaran investasi yang dikeluarkan. “Kita tidak bisa menyebutkan karena sekarang sedang dilaksanakan tendernya, tapi di antaranya masih diambil dari Capex 2007 (US$ 1 miliar, red),” kilahnya.

Tetapi jika dilihat dari rata-rata peluncuran satelit di Indonesa, satelit ini dapat menghabiskan sekitar US$ 200 juta sampai US$ 300 juta. Sebagai gambaran, Telkom yang juga akan meluncurkan Satelit Telkom 3 di 2009 dengan kapasitas 24 transponder menghabiskan dana sebesar US$ 150 juta.

Jan 28

Detik — Indosat akan meningkatkan ekspansi cakupan jaringannya hingga 50 persen dengan menambah sekitar 3500 sampai 4000 BTS (base transceiver station) di 2007. Hal itu diungkap Deputi Presiden Direktur Indosat, Kaizad B. Heerjee, yang mengatakan hingga akhir 2006 lalu jumlah BTS yang dimiliki Indosat sebanyak 7.000 unit. “Jadi, di akhir tahun (2007-red) BTS yang kami miliki akan mencapai lebih dari 10.000 unit,” ujarnya di Bandung. Sedangkan menurut Direktur Regional Sales Indosat, Wityasmoro Sih Handayanto, dari coverage yang ditargetkan di 2007 sekitar 45 persennya dialokasikan untuk pembangunan di luar Jawa yang sebelumnya kurang dari 30 persen.

Saat ini, lanjut Wityasmoro, di akhir 2006 lalu coverage Indosat di seluruh Indonesia belum mencapai 100 persen. Dari penjelasannya ia merinci, di area Sumbagut (Sumatera bagian utara) coverage baru mencapai 97,6 persen kemudian Sulampapua (Sulawesi Maluku Papua) baru 81 persen, sementara wilayah Jabotabek dan Banten coverage sekitar 90 persen. Kaizad mengatakan, anggaran belanja (capital expenditure/capex) Indosat untuk ekspansi jaringan di 2007 sebesar US$ 1 miliar.