Detik, Pasar perangkat telekomunikasi di Indonesia pada 2007 diproyeksikan bakal mencapai US$2,86 miliar, turun sekitar 14% dari perkiraan tahun ini sebesar US$3,33 miliar dimana sekitar 99% diantaranya didominasi asing.
Berdasarkan data yang dirilis Ditjen Postel, dari nilai belanja perangkat tahun ini, jaringan seluler mencatat belanja paling besar dari operator di Indonesia sebesar US$1,78 miliar, diikuti infrastruktur suara senilai US$304,9 juta, dan jaringan Protokol Internet atau data sebanyak US$224,1 juta. Sementara itu, pasar dari peranti genggam diprediksi akan mencapai Rp12 triliun setiap tahun.
Industri perangkat pendukung telekomunikasi di Indonesia saat ini antara lain adalah Hariff (sistem manajemen jaringan, konverter), LEN (transmitter radio dan televisi siaran analog), CMI (microwave) dan Nurrizka (microwave, VSAT).
Di sektor industri, pemerintah akan membentuk pusat-pusat inkubasi dan pengembangan standard berbasis industri dalam negeri, sementara di sektor sumber daya manusia (SDM) pemerintah akan meningkatkan kerjasama internasional dalam program pendidikan dan pelatihan teknologi telekomunikasi.
