Feb 27
Antara. Telkom akan meningkatkan kapasitas gateway internasional dalam mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan, kapasitas gateway internasional di Indonesia saat ini mencapai sebesar dua giga byte (GB). Sedangkan empat tahun ke depan akan ditingkatkan menjadi 20 GB. “Diperkirakan pada tahun 2010 pengguna internet di Indonesia akan mencapai 80 juta pengguna, dengan jenis layanan yang semakin beragam, seperti layanan televisi multimedia,” ujarnya. Ia juga menyebutkan kapasitas total gateway internasional di Indonesia saat ini sebesar empat GB, hanya seperlima dari total kapasitas gateway internasional Malaysia yang mencapai 20 GB.
Dikatakannya, selain meningkatkan kapasitas gateway internasional, pihak Telkom juga sedang mempertimbangkan jalur baru untuk gateway Internasional yang saat ini masih lewat Taiwan. “Kita sedang mengkaji jalur baru yakni Asia-Amerika Gateway, atau bisa juga melalui Australia,” ucap Arwin.
Telkom merupakan penyedia jaringan Internet terbesar di Indonesia, dengan beragam jenis layanan mulai dari dial-up sampai broadband melalui jaringan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). “Hanya tiga puluh persen jaringan kabel tembaga Telkom dapat mendukung teknologi ADSL, sementara 70 persen sisanya terus di-upgrade,” kata Arwin menambahkan.
Feb 27
Detik. Internet Protocol versi 6 (IPv6) mulai menjadi basis layanan Internet bergerak. Melalui layanan CBN Mobile, pengguna kini dapat mengakses layanan Internet berbasis IPv6. Layanan tersebut merupakan realisasi dari kerjasama antara Excelcomindo (XL) selaku penyedia jaringan dengan Cyberindo (CBN) sebagai penyedia jasa Internet.
“Kami sudah siap mengimplementasikan pemanfaatan IPv6. Boleh dibilang XL adalah operator selular pertama yang mengimplementasikan teknologi IPv6 dalam dunia fixed mobile convergence,” ungkap Hasnul Suhaimi, President Director PT Excelcomindo Pratama Tbk., Selasa (27/2/2007). Di sela-sela ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2007 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Joy Wahyudi Director of Commerce XL mengatakan bahwa layanan ini memang belum diluncurkan, namun komersialisasinya sudah dimulai sehingga pengguna sudah dapat memanfaatkannya.
Dari sisi terminal, perangkat dengan dukungan IPv6 yang tersedia di pasaran salah satunya adalah dari Nokia. Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar sepuluh tipe ponsel Nokia yang mendukung IPv6, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan sekitar delapan tipe ponsel.
CBN Mobile dengan basis teknologi IPv6 merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya yang hanya dapat diakses melalui jaringan CDMA dari Mobile-8 dan Indosat. “Kali ini kami bekerjasama dengan operator GSM, dan XL adalah operator GSM pertama yang bekerjasama dengan kami,” kata Sugiharto Darmakusuma, Chief Commercial Officer CBN.
Dijelaskannya, jumlah penguna layanan Internet mobile menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada tahun 2004. “Layanan Internet mengikuti gaya hidup penggunanya, yang tidak hanya diam tapi cenderung makin mobile,” kata Sugiharto. Menurut Sugiharto saat ini sudah ada 4000-an pelanggan CBN Mobile. Kerjasama dengan operator GSM diyakininya akan memperbesar peluang meraih lebih banyak pelanggan, mengingat cakupan layanan operator GSM yang lebih luas. “Untuk tahun pertama, kami yakin dapat meraih 1.500-an pelanggan,” tandasnya.