Feb 28

Detik. Berdasarkan data dari lembaga survei pasar telekomunikasi Ovum-RHK, pada Q4 2006, Alcatel-Lucent menduduki peringkat kedua di pasar global IP/MPLS dan menjadi alternatif IP di urutan kedua secara keseluruhan di tahun 2006. Menurut Alcatel-Lucent sendiri, ini berkat ‘kekuatan’ Ethernet-centric-architectures.

Pangsa pasar Alcatel-Lucent juga mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2005. Pada Q4 2006 saja, perusahaan ini mampu meraih pangsa pasar 19% di segmen IP/MPLS dan meraih 17% pangsa pasar secara keseluruhan selama tahun 2006. “Q4 2006 adalah kuartal yang kuat untuk Alcatel IP/MPLS dengan peningkatan 23% dan pertumbuhan per tahun sebanyak 92%, yang secara signifikan mengungguli para kompetitor yang ada,” kata Mark Seery, Wakil Presiden Switching and Routing dalam keterangan resminya.

Basil Alwan, president IP activities Alcatel-Lucent, menambahkan bahwa kesuksesan di bidang IP/ MPLS merefleksikan inovasi dan fokus yang dipertahankan perusahaan sejak memperkenalkan produk 7750 Service Router di tahun 2003.

Lebih lanjut dijelaskan, salah satu pelanggan yang sudah menggunakan IP/MPLS Alcatel-Lucent adalah operator jaringan mobile Vodafone. Mereka mengandalkan produk-produk Alcatel-Lucent 7750 Service Router, 7710 Service Router dan 5629 Service Aware Manager, untuk mendukung layanan data broadband (GPRS dan 3G), signaling and billing traffic, 3G voice traffic, serta evolusi multimedia masa depan.

Vodafone sendiri telah bergabung dengan 160 service provider lainnya di dunia, yang telah memilih Alcatal-Lucent IP Portfolio termasuk massive, multi-year IP network and service transformation projects di AT&T, British Telecom, China Telecom dan Telstra. Di Indonesia, IP/MPLS telah digunakan oleh mayoritas operator infokom.

Feb 28

Antara. Excelcomindo (XL) menargetkan jaringan infrastruktur komunikasi berbasis Internet Protocol (IP) pada akhir 2007 mencapai 50 kota, meningkat dari saat ini yang tersedia di 19 kota. “Saat ini XL telah memiliki jaringan tulang punggunggn (backbone) serat optik di sepanjang pulau Jawa, Bali dan Lombok yang dibangun sejak tahun 1996,” kata Director of Commerce XL, Joy Wahyudi.

Dalam keterangan tertulisnya, Joy menjelaskan, jaringan serat optik tersebut terus berkembang dan telah terhubung dengan dengan kabel optik di bawah laut (submarine cable) di wilayah Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Sedangkan, untuk jaringan kabel internasional, XL sudah tersambung hingga Singapura dan Malaysia. “Semua itu dibangun untuk mendukung kebutuhan IP di Indonesia. Dan boleh dibilang sudah sekitar 60 persen dari jaringan backbone itu sudah berbasis IP,” ujar Joy.

XL juga telah memulai program Information Communications and Telecomunications (ICT) yang salah satunya berupa New Generation Network (NGN) berbasis Session Initiation Protocol (SIP) yang telah dimplementasikan secara terbatas kepada pelanggan korporasi XL. Salah satu contohnya adalah layanan Hosted IP PBX, yaitu dengan menyewakan ekstension PABX kepada pelanggan korporat, sehingga korporasi tidak perlu melakukan investasi untuk pembelian perangkat PABX.