Di akhir 2007, mobile market size di Indonesia, yang meliputi market selular dan market FWA, telah menembus angka 100 juta. Dari nilai sekian, hanya 10% dikuasai produk FWA (10,5 juta), dan sisanya (95,5 juta) dikuasai produk-produk selular. Perkiraan jumlah nomor (dalam ribu unit) dan market share per operator dipaparkan dalam gambar berikut.

Dari sisi perangkat, suite GSM menguasai 94 juta nomor, dan suite CDMA menguasai 12 juta nomor. Namun hitungan ini amat kasar, dan belum memperhitungkan operator-operator yang baru tumbuh di akhir 2007, yaitu Sinar Mas dan Sampoerna.
Seperti tahun lalu, dominasi Telkomsel belum mampu didekati kompetitor. Produk kartu Halo, Simpati, dan Kartu As dari anak perusahaan Telkom (yang dikelola terpisah dari Telkom) ini masih dipercaya masyarakat dari sisi kualitas dan coverage. Indosat (Matrix, Mentari, IM3) dan Excelcomindo (Xplore, XL Bebas, XL Jempol) yang banyak melakukan perlombaan gimmick dan pricing belum mampu menjadi semenarik Telkomsel. Juga tekad Excelcomindo untuk menggeser posisi Indosat sebagai runner up masih menemui halangan yang cukup besar, walaupun inovasi operator ini sepanjang 2007 sudah jauh lebih baik daripada Indosat. Yang baru pada tahun 2007 adalah dimulainya komersialisasi teknologi 3G secara besar-besaran, setelah masa percobaan pada tahun 2006. Dilengkapi dengan HSDPA, 3G menjanjikan bukan saja kualitas telekomunikasi multimedia yang lengkap, tetapi juga data rate yang tinggi untuk Internet. Namun sayangnya, janji kecepatan tinggi berbagai operator itu belum mampu dipenuhi, dicerminkan dari banyaknya keluhan atas kecepatan Internet yang tak sesuai iklan dan janji. Tak urung, operator baru seperti 3 dan NTS langsung terjun mengusung teknologi 3G. Hasilnya baru akan bisa dibuktikan pada tahun 2008 ini.
Di pasar yang lebih kecil, pemain pasar FWA tak kurang garangnya. Pertarungan segitiga antara Flexi, Esia, dan StarOne untuk berebut ceruk pasar ini membuat terobosan pricing yang membuat pemain selular turut terkena getahnya. Sayangnya, permainan pricing membuat kualitas agak terabaikan. Esia (Bakrie) tidak pernah bisa memberikan Internet yang baik, dan Flexi (Telkom) mengalami gangguan panjang saat migrasi dari band 1,9 GHz ke 800 MHz. StarOne (Indosat) yang sempat dipuji, mulai menuai keluhan saat jumlah customer mulai meningkat, walaupun belum banyak.
Fren (Mobile-8), tadinya satu-satunya pemain seluler yang menggunakan teknologi CDMA, kini memperoleh pesaing langsung: Smart, dari Sinar Mas. Smart mengakhiri tahun dengan memberikan no charge atas on-net call hingga Maret 2008. Keseimbangan akhir akan diamati pada tahun 2008 ini.
Tahun 2007 juga menyaksikan keseriusan operator dalam memberikan layanan akses Internet kepada customer. Beberapa operator mengangkat feature Internet, dari sekelas feature, menjadi sebuah produk. Telkomsel Flash, Indosat 3.5, dan Bakrie Wimode merupakan contoh yang bisa disebut. Hal yang juga teramati adalah kerjasama antara operator mobile dengan ISP, baik untuk menjaga dan memperluas pasar, maupun untuk meningkatkan availabilitas produk. ISP Centrin, CBN, Radnet, Quasar bekerja sama dengan operator seperti Excelcomindo dan Mobile-8; baik dalam bentuk tunneling, inovasi produk bersama, maupun mpembentukan produk baru. MobileQU misalnya, adalah produk bersama dari Quasar dan Excelcomindo. Baik Indosat maupun Telkom Group lebih banyak melakukan kerjasama internal group mereka sendiri.
Prediksi 2008? Lisensi WiMAX sedikit banyak akan mengubah perilaku pasar. Juga para operator mulai sadar bahwa customer, sebagai agregasi, tidaklah mudah dipengaruhi hanya oleh pricing maupun gimmick baru, apalagi yang temporer. Pendekatan community akan mulai diseriusi setiap operator, untuk memperbesar costumer base dan daya pengaruh pada user baru.

February 8th, 2008 at 7:18 am
Kami sebagai konsumer akan memilih provider yang coverage bagus dan tidak banyak syarat dan ketentuan dalam tarif.
Kami belum merasa perlu dengan 3G. Jika kami tertarik dengan layanan internet dari 3G selular phone, itu hanya pencarian alternatif dari kebutuhan akan layanan internet yang tidak semahal speedy untuk sebuah transfer data internet yang selambat speedy.
that’s it!
February 8th, 2008 at 10:19 am
Itu market share datanya darimana ya?
February 11th, 2008 at 9:15 am
wow… menarik & bagus menurut saya, bagaimana info ini anda dapat? riset? secondary data?
regards,
Indra
March 13th, 2008 at 4:19 am
Datanya bagus banget…marketing intelligentnya keren nich.
Untuk pilihan coverage, rata-rata kompetitor lama (Tsel, Isat,XL) sudah semakin setara, tinggal siapa yang bisa kasih pelayanan terbaik.
Tarif murah bukan jaminan untuk mempertahankan pelanggan (untuk meraih, iya, bisa jadi andalan) meski sekarang ini menajdi andalan all operator selular. Kebanyakan malah komplain, murah tapi gak bisa nelepon.
Enaknya, pelanggan itu sebenarnya ndak minta macem-macem, yang penting, nelepon gampang, dan akses ke pelayanan mudah dan flexibel.
Hidup Dunia Telekomunikasi Indonesia.
Dengan Telekomunikasi, Indonesia tambah maju.
March 19th, 2008 at 6:16 pm
tajam dan jelas dan info webnya baru2 dari sini kita bisa lihat pasar..
makasih atas info wimode fast media ceria
mas terus berjuang ya demi Indonesia yang lebi baik..
Salute and Gracias
March 21st, 2008 at 2:39 pm
Wuih kalo diliat liat, keren abiz pekembangan dari perang tarifnya (pricing maksudnya)….. kita sebagai customer ngerasain sendiri luar biasanya kompetisi ini…. tapi gara-gara ini juga… bisa jadi data yang didapat justru belum bisa dikatakan valid….
masalahnya aku sendiri pernah ada di pihak sponsorship suatu acara di STT Telkom, waktu itu dapat starter pack (dalam keadaan telah aktif) sebanyak 1000 buah…. padahal resminya, SP itu belum menjadi hak milih individu…. tapi telah dikategorikan sebagai SP aktif alias bertuan!!!
Dari sisi lain, dengan adanya bonus pengaktifan SP baru yang semakin ‘menarik’ customer, tentunya bisa jadi ada individu yang hanya membeli SP (untuk mendapatkan bonus pengaktifannya saja, bonus menelpon misalnya)…. setelah itu SP tersebut dibuang dan beli lagi SP yang baru. Nah lo…. yang seperti ini juga termasuk hitungan data kan????
April 7th, 2008 at 9:48 am
But Guys..
Kalo Hampir semua operator melakukan kiat yang sama (bagi-bagi gratis kartu perdana aktif) bisa jadi data ini “bisa dijadikan acuan” lagi kan?..he he..
Hayoo skarang tampilin data satisfaction pelanggan donk…
Pengen tau, pelanggan lebih satisfai yg mana…soalnya tarif sudah sangat terjangkau, coverage udah pada bagus, layanan purna jual sama-sama menjanjikan…
Aku pernah dapat data survey dengan hasil The Best pelayanan nya Indosat dan Telkomsel, cuma beda versi surveyor/penerbit sertifikat…… Kalu flexi gimana yach?
June 2nd, 2008 at 4:17 pm
Info menarik. Dpt data market share nya dari mana? Mohon info.thx
June 7th, 2008 at 3:15 am
Kebetulan skripsi saya tentang perang tarif. terma kasih atas data ini.
Minta tolong kasih tahu data market share ini dikeluarkan oleh siapa?mohon infonya.
June 25th, 2008 at 10:35 am
@All: Ditulis saja bahwa sumbernya blog telkom.info :). Ini Abad XXI lho :) :).