Apr 24

Perancangan SDP (service delivery platform) sebagian bersifat teknis, karena harus terus konsisten pada bakuan yang ditetapkan, misalnya IMS; tetapi harus sangat mempertimbangkan bisnis yang melandasinya (termasuk situasi ekonomi dan sosial). Salah satu yang biasa dijadikan pertimbangan adalah service dan content yang telah dikomersialisasikan dalam network telekomunikasi, termasuk (atau justru terutama) mobile.

Kategori2 service dan content meliputi misalnya lifestyle (gaya hidup, termasuk kesehatan), news (berita, termasuk olah raga dan cuaca), music (baik informasi musik maupun download musik), message (pesan antar user, termasuk SMS, MMS, email, voicemail), location (layanan berbasis tempat, termasuk peta), infotainment (lucu2an lah), games (permainan online dan download games), adult (materi untuk orang dewasa), finance (layanan perbankan dan keuangan lainnya), serta content umum (ring tone, wallpaper, avatar, dll).

Survei di negara2 Asia dan Eropa menunjukkan proporsi jumlah penyedia content sebagai berikut:

serv-dist.png

Yang paling banyak disediakan ternyata memang content umum, game, dan infotainment. Ini ternyata tak jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Jika diambil 30 besar (berdasar revenue), sebarannya mulai agak berbeda: 9 game, 6 content umum, 4 message, 4 music, 2 masing2 untuk infotainment & location, 1 untuk masing2 finance, news, adult.Sebaran revenue-nya sendiri menunjukkan proporsi yang akhirnya memang berbeda:

rev-dist.png

Yang paling mendatangkan uang ternyata: game, diikuti musik, dan content. Namun, jika analisis dilanjutkan dengan membandingkan tingkat revenue dengan tingkat ketersediaan layanan, ternyata yang paling diminati adalah music, diikuti location, dan baru games.