Sep 07

Antara — Upaya Malang menjadi Smart City pada tahun ini diwujudkan dengan peluncuran sedikitnya 65 area hotspot WiFi yang tersebar di berbagai sudut kota, termasuk kawasan Alun-alun Merdeka.Walikota Malang, Peni Suparto, usai peluncuran hotspot tersebut, Jumat, mengatakan, Internet yang pada masa sekarang sebagai pengganti media cetak seperti koran harian cukup penting, sebab Internet tidak hanya menjelajah area lokal tapi juga mampu menjelajah dunia. Selain meluncurkan 65 titik area hotspot yang didukung oleh PT Telkom Malang itu, juga diluncurkan website DPRD Kota Malang yakni www.dprd.malangkota.go.id.

Hmmm, secara mantan Arema, editor Telkom.Info mengucapkan: SELAMAT !!!

Sep 06

Detik — Menurut laporan The International Telecomunication Union (ITU), sambungan telepon dunia meningkat empat kali lipat jika dibandingkan satu dekade lalu. Jumlahnya kini menembus angka 4 miliar sambungan. Alasan yang mendasari lonjakan tersebut disinyalir akibat pesatnya penjualan ponsel di negara-negara berkembang.

Dalam data terakhir yang dihimpun ITU, tercatat ada sekitar 1,27 miliar sambungan telepon tetap (fixed line) dan 2,68 miliar sambungan ponsel secara global. Sementara untuk jumlah pemakainya tidak bisa dipastikan karena banyak orang terutama di negara industri punya kedua-duanya.

Padahal pada tahun 1996, jumlah pelanggan ponsel dan telepon tetap hanya kurang dari 1 miliar. Menurut Doreen Bogdan Martin, salah seorang penyusun laporan mengatakan bahwa melesatnya penggunaan ponsel berdampak negatif pada pertumbuhan telepon tetap yang semakin melambat.

Peningkatan jumlah ponsel ini, lanjut Martin, tampak jelas di negara-negara berkembang yang telah mampu menyediakan layanan ponsel yang lebih murah daripada sambungan telepon tetap. Buktinya, sebanyak 61 persen dari pelanggan ponsel berada di negara berkembang seperti India dan Cina. Jika dipadukan dalam tiga bulan pertama di tahun ini, kedua negara tersebut saja bisa menyumbangkan sekitar 200 juta pelanggan ponsel baru.

Perkembangan ini juga didukung dengan apa yang disebut industri telekomunikasi sebagai “jaringan generasi masa depan’, menggunakan jaringan telepon untuk layanan seperti televisi dan VoIP (Voice Over Internet Protocol). Namun laporan itu juga menyebutkan bahwa diperlukan persyaratan tertentu agar pemanfatannya bisa maksimal.

“Di sebagian negara, praktek perlunya lisensi akan melarang operator menawarkan layanan ‘triple play’ yang terdiri dari suara, broadband maupun televisi berbasis Internet,” imbuh Susan Schorr, yang juga tim penyusun laporan itu seperti dikutip detikINET dari Associated Press, Rabu (5/9/2007).

Sep 06

Antara — Mobile-8 mengumumkan untuk menyediakan layanan data nirkabel content berbasis solusi Brew dari Qualcomm pada akhir tahun 2007 di Indonesia. Mobile-8 akan menjadi operator pertama di Indonesia yang menggunakan solusi Brew, dan untuk tahap pertama akan tersedia di berbagai handset ponsel low end Mobile-8 yang telah dilengkapi teknologi generasi ketiga, kata Chief Commercial Officer for Marketing and Strategy Mobile-8, Loh Ket Jiat dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.Senior Director and Country Manager of Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha mengatakan dengan menggunakan tehnologi Brew, handset ponsel low end dapat melakukan berbagai aplikasi seperti handset high end GSM, seperti push email dan akses berita terkini.

Harry mengatakan tehnologi Brew telah digunakan oleh operator CDMA di negara-negara seperti Jepang dan Amerika dan platform Brew ini telah ada secara default dalam chipset handset Mobile-8 yang dikeluarkan oleh Qualcomm. Sedangkan Head Of Product Development PT Mobile-8 Telecom Tbk Ronald Simanjuntak, mengatakan, aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna ponsel di Indonesia adalah untuk ringtone dan games.

Ronald mengatakan pihaknya telah menghabiskan 300.000 dolar Amerika dari Capex Mobile-8 tahun 2007 sebanyak 125 juta dolar Amerika untuk membangun infrastruktur Brew ini.

May 08

Bisnis Indonesia — Telkom akan mengembangkan layanan televisi berbayar satelit, melalui Telkomvision, pada pertengahan 2007.  “Tahun ini Telkom akan serius dalam mengembangkan produk itu, sebagai bagian dari `Corporate Action` Telkom dalam mengembangkan Telkom Group di bisnis Multimedia,” kata VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia.

Telkomvision adalah salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang TV Berbayar (Pay TV), baik TV Satelit (DTH) maupun TV Kabel (Digital CATV Broadband). Menurut Eddy, terkait dengan peluncuran layanan TV Satelit Telkomvision, berbagai persiapan sedang dilakukan, seperti meningkatkan kualitas “Head End Satelit” yang berlokasi di Cibinong, Persiapan layanan 24 jam “call centre” dengan kode akses 12047 yang dikelola besama PT Indomedia, serta penguatan sumber daya manusia di bidang bisnis TV berbayar, guna peningkatan pelayanan kepada pelanggan.  TV Satelit Telkomvision akan menjadi satu-satunya layanan `Pay TV` di Indonesia yang menggunakan frekuensi transmisi satelit `C-Band` yang akan menjamin kualitas penerimaan prima dalam segala cuaca.

TV Satelit Telkomvision hadir dengan ragam layanan yang dikemas dalam beragam paket menarik, dengan tarif yang sangat terjangkau untuk berbagai lapisan masyarakat. Khusus di kota-kota besar, TV Satelit Telkomvision akan dilengkapi dengan produk Telkom Speedy, dalam penyediaan layanan Internet yang saat ini dibutuhkan pelanggan.

TV Satelit Telkomvision berbeda dengan operator “Pay TV” lainnya, karena hanya dengan menggunakan receiver parabola biasa (free to air) maka pelanggan dapat menikmati paket-paket layanan Telkomvision yang sangat menarik. Selain itu, pelanggan tetap dapat menikmati siaran-siaran lokal maupun siaran dari China, India, Arab, yang jumlahnya bisa lebih dari 100 “channel” secara gratis, hanya dengan perangkat tambahan (LNB & Kartu Tayang) dapat menangkap siaran dari satelit .

Eddy mengemukakan, pengembangan produk TV Kabel dan Satelit ke depan akan dirancang untuk memberi kemudahan kepada pelanggan dalam menikmati produk layanan Telkom, melalui sistem prabayar berupa “voucher” isi ulang, yang merupakan produk pertama di Indonesia untuk bisnis “Pay TV”.

Layanan “Pay TV” Telkomvision khususnya yang berbasis TV kabel saat ini telah berjalan baik di beberapa kota besar. Untuk meningkatkan layanan, segera dilakukan pembangunan tambahan jaringan sebanyak 500.000 sambungan di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar.

Sementara itu, menurut data saat ini terdapat tidak kurang dari 20 juta pesawat televisi di sembilan kota besar Indonesia. “Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan kebutuhan informasi, hiburan serta layanan multimedia lainnya, Telkom optimis kehadiran Telkomvision akan disambut baik oleh masyarakat,” paparnya menambahkan.

Apr 10

Antara — Oracle akan menggarap pasar “Identity Management” (IM) di Indonesia dengan mengincar tiga segmen pasar yaitu perbankan, telekomunikasi dan pemerintahan. Perbankan, telekomunikasi dan pemerintahan adalah target kunci kami untuk IM di Asia,” kata Regional Sales Director of Security and Identity Management Solutions Oracle Asia Pasific, Roman Tuma di Jakarta, Selasa saat mengumumkan tentang dilucncurkannya Oracle Identity Management.

Roman mengatakan Identity Management merupakan manajemen dan administrasi terpusat dengan identitas digital yang dapat kontrol internal dari perusahaan. Dia mengatakan IM merupakan integrasi yang pre-built yang akan cepat meningkatkan kemampuan suatu organisasi atau perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya keamanan dan dengan lebih cepat menggabungkan Oracle Identity Management ke dalam lingkungan-lingkungan aplikasi enterprise yang sudah ada. “Mengintegrasikan Oracle Identity Management ke dalam portofolio aplikasi-aplikasi Oracle memungkinkan pelanggan untuk dengan lebih cepat menggunakan manajemen identitas dan akses yang terbaik di kelasnya dan memanfaatkan keamanan yang sudah tertanam di dalam platform Oracle,” kata Roman.

Oracle Identity Managemeng diposisikan sebagai tulang punggung keamanan untuk Oracle Fusion Middleware, Oracle Identity Management membantu pelanggan-pelanggan dan mitra-mitra untuk mengurangi ancaman-ancaman keamann di berbagai lingkungan TI dan membantu memenuhi kebutuhan kepatuhan.

Roman mengatakan kelebihan aplikasi IM dari Oracle adalah integrasi end-to-end solution yang dapat mendukung lebih dari 50 aplikasi. Pangsa pasar IM secara global pada 2010 diprediksikan akan mencapai US$2,5 Miliar, sementara pasar IM di Asia Pasifik sebesar 10% sampai 12% yaitu sekitar US$25 juta. “Untuk pasar di Indonesia, kami masih belum mempunyai angka pasti, tetapi jika melihat berkembangnya pembangunan infrastruktur di negara ini kami yakin mengenai potensi yang dimiliki,” kata Roman.

Mar 27

Seiring pesatnya perkembangan bisnis layanan komunikasi generasi ketiga (3G), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk menyatakan telah menetapkan untuk menerapkan sistem Next Generation Network sebagai program 2007-2011.

Next Generation Network itu, menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, merupakan terobosan baru dalam dunia komunikasi yang menghasilkan layanan suara, data, dan video dalam satu jaringan. Telkom merasa perlu mengembangkan sistem baru berteknologi tinggi ini dengan pertimbangan bahwa industri ICT (Information and Communication Technology) akan menuju konvergensi, katanya di Jakarta, Selasa.

Dengan pertimbangan itu, Telkom yang bervisi menjadi infocom andal di tanah air melakukan evolusi pada insfrastruktur jaringan. “Kapasitas dan teknologi existing dileverage sedapat mungkin sehingga usia ekonomisnya tercapai, kecuali pada lokasi yang butuh bandwidth maupun layanan baru digelar,” katanya.

NGN disasar bukan saja untuk memberikan jaringan dengan fleksibilitas dan kapasitas tinggi untuk menampung berbagai macam jasa dan layanan telekomunikasi dan informasi; tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan telekomunikasi secara lebih ekonomis bagi end-user.

“Kami bertekad menyediakan `one stop service` untuk kualitas terbaik, produk, dan jaringan dengan harga yang kompetitif,” kata Dirut Telkom.

Mar 16

Cisco menyetujui rencana akuisisi WebEx Communications, penyedia layanan telekonferensi terbesar, senilai US$3,2 miliar untuk menghadapi langkah ekspansi Microsoft. Investor WebEx akan menerima US$57 per lembar saham secara tunai. Penawaran dari Cisco ini lebih tinggi 23% dari harga yang disodorkan oleh Santa Clara.Cisco, vendor teknologi jaringan komputer, akan memberikan layanan yang mengikutsertakan teknologi WebEx untuk panggilan telepon online dan pengiriman pesan. Perusahaan ini bersaing dengan Microsot di segmentasi pelanggan korporasi yang ingin mengaplikasikan layanan telekonferensi. Menurut lembaga riset Frost & Sullivan, pasar telekonferensi akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2011. Pasar web-konferensi secara global akan naik menjadi US$2,1 miliar pada 2011. Tahun lalu pasar web-konferensi mencapai US$753,8 juta. “Pasar telekonferensi sangat atraktif dan terus tumbuh,” kata Ari Bensinger, analis dari Standard & Poor di New York.

Cisco berharap akusisi ini dapat ditutup pada kuartal keempat tahun fiskal 2007. Pembelian terbesar sejak akusisi Scientific Atlanta Inc tahun lalu ditargetkan dapat meningkatkan akses Cisco ke pasar telekonferensi yang sekarang tengah meningkat dengan pesat. Pengguna layanan lebih tertarik menggunakan telekonferensi daripada layanan tradisional daripada perangkat switch dan perangkat router.

WebEx memfokuskan layanan telekonferensi melalui Internet dan pertukaran dokumen berbasis web untuk perusahaan berskala kecil dan menengah. “Kami memiliki kekuatan di teknologi suara dan video, ini dapat meningkatkan kenyamanan para pengguna layanan,” kata Charlie Giancarlo, Chief Development Officer Cisco.

Tahun lalu Cisco merambah bisnis video konferensi dengan meluncurka TelePresence. Giancarlo pada Desember 2006 mengatakan layanan ini akan mendorong pencapaian target penjualan sebesar US$1 miliar.

Mar 15

Antara. Telkom dan Singtel menjalin kemitraan untuk mengembangkan layanan komunikasi data global dengan sasaran perusahaan-perusahaan multinasional (MNC). VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, dalam keterangannya menjelaskan: Telkom dan SingTel dapat memanfaatkan kemitraan ini guna memperluas pangsa pasar layanan komunikasi data global, antara lain melalui komersialisasi layanan SingTel IP VPN Connect Plus dan TelkomLink Global.

Kerjasama itu memiliki nilai yang sangat strategis terkait dengan visi Telkom ke depan. Seperti halnya SingTel, yang berbasis di Singapura, Telkom pun selalu berusaha menjadi operator yang mampu memberikan solusi layanan paripurna terhadap berbagai kebutuhan komunikasi pelanggan multi-nasionalnya. Kerjasama itu merupakan salah satu tonggak sejarah dalam pengembangan bisnis internasional Telkom, khususnya layanan komunikasi data internasional.  “Langkah ini akan memperluas cakupan layanan Telkom dari Indonesia hingga bagian lain dunia dan sebaliknya,” ujarnya. Telkom, kata Eddy, sesuai tuntutan pasar akan senantiasa mengembangkan layanan-layanan lain dengan membangun lebih banyak aliansi dengan mitra-mitra global. “Kami percaya bahwa dengan kemitraan akan memperkuat posisi kami sebagai full network and services provider,” ucapnya.

Kemitraan Telkom-SingTel memungkinkan Telkom untuk menyediakan layanan komunikasi data global di Indonesia melalui jaringan Regional C+ IP-VPN SingTel. Kemitraan tersebut merupakan strategi Telkom dalam pengembangan dan perluasan marketshare layanan TelkomLink Global. Telkom telah memulai menyediakan layanan Komunikasi Data Global sejak 1993, yaitu melalui kemitraan dengan Infonet. Layanan ini telah tumbuh dengan pesat dan mempunyai prospek yang sangat baik seiring dengan kebutuhan komunikasi data global, khususnya untuk perusahaan multinasional.

Feb 16

Detik, Pasar perangkat telekomunikasi di Indonesia pada 2007 diproyeksikan bakal mencapai US$2,86 miliar, turun sekitar 14% dari perkiraan tahun ini sebesar US$3,33 miliar dimana sekitar 99% diantaranya didominasi asing.

Berdasarkan data yang dirilis Ditjen Postel, dari nilai belanja perangkat tahun ini, jaringan seluler mencatat belanja paling besar dari operator di Indonesia sebesar US$1,78 miliar, diikuti infrastruktur suara senilai US$304,9 juta, dan jaringan Protokol Internet atau data sebanyak US$224,1 juta. Sementara itu, pasar dari peranti genggam diprediksi akan mencapai Rp12 triliun setiap tahun.
Industri perangkat pendukung telekomunikasi di Indonesia saat ini antara lain adalah Hariff (sistem manajemen jaringan, konverter), LEN (transmitter radio dan televisi siaran analog), CMI (microwave) dan Nurrizka (microwave, VSAT).

Di sektor industri, pemerintah akan membentuk pusat-pusat inkubasi dan pengembangan standard berbasis industri dalam negeri, sementara di sektor sumber daya manusia (SDM) pemerintah akan meningkatkan kerjasama internasional dalam program pendidikan dan pelatihan teknologi telekomunikasi.

Feb 14

Kompas — Jika chip prosesor komputer pribadi yang beredar di pasaran baru sampai empat core (inti), di pusat risetnya Intel telah mengembangkan chip dengan 80 core. Dengan ’otak’ sebanyak itu, sebuah chip mampu memproses lebih dari satu teraflop (triliun kalkulasi perdetik) namun menyedot daya yang lebih kecil daripada chip prosesor yang beredar di pasaran.

Bekerja pada frekuensi 3,16 GHz (gigahertz), chip berukuran 275 milimeter persegi tersebut mampu mencapai 1,01 teraflop komputasi dengan efisiensi 16 gigaflop perwatt. Pada kecepatan ini daya yang diperlukan hanya sekitar 62 watt, masih di bawah daya yang dibutuhkan sebuah chip prosesor PC. Ia dapat bekerja lebih cepat menjadi 1,63 teraflop pada 5,1 GHz dan 1,81 teraflop pada 5,7 GHz, namun efisiensinya menurun.

Prosesor menghemat daya dengan cara mematikan core yang tidak bekerja pada sleep mode dan baru mengaktifkannya kembali jika dibutuhkan. Setiap modul berisi sebuah core dilengkapi router untuk membentuk semacam jaringan antarcore di dalam chip. Para peneliti juga menambahkan cache memori yang lebih cepat dan hardware khusus pengatur jadwal lalu lintas data agar aliran data tidak menumpuk. Sebab, dengan core yang terlalu banyak, secara teori kinerja akan menurun.

“Jika kami membuat lebih dari 16 core begitu saja , kami tidak akan memperoleh apa-apa, karena trafik data tidak akan makin baik seperti memasak terlalu banyak di dapur,” ungkap Jerry Bautista, direktur program penelitian skala tera Intel. Para peneliti Intel telah membuktikan bahwa kinerja chip berlipat ganda dari 2 core ke 4, 8, hingga 16 core. Namun, dengan teknologi yang ada sekarang, kinerja komputasi menurun drastis saat core menjadi 32 dan 64.

Meski telah dipamerkan sejak September 2006 pada Intel Developer Forum (IDF) dan akan didemonstrasikan di depan publik pada pameran dagang Integrated Solid State Circuits Conference (ISSCC) di San Fransisco, chip ini tidak akan dilempar ke pasaran. Intel berencana menggunakannya untuk menguji teknologi-teknologi baru seperti interkoneksi bandwidth tinggi, manajemen energi, dan desain modul chip multicore. Para insinyur Intel juga akan memanfaatkannya untuk mempelajari komputasi berskala tera yang mungkin akan hadir di pasaran beberapa tahun ke depan.

Saat ini, komputasi sekenjang itu hanya dinikmati para ilmuwan dan akademisi melalui superkomputer seperti ASCI Red di Laboratorium Nasional Sandia, yang merupakan hasil kerja sama Intel dan pemerintah AS. Namun, komputer yang menggunakan 10.000 chip Intel Pentium Pro ini menghabiskan daya 500 kilowatt dan 500 kilowatt lainnya untuk sistem pendingin. Jika bisa diganti dengan sebuah chip yang mengonsumsi daya rendah, superkomputer kelak bukan lagi barang eksklusif.