Jan 15

Detik, Telkomsel akan menambah sekitar 1.500 Node B (BTS 3G) di 2007 dengan alokasi dana sekitar US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Hal itu dilakukan demi mempercepat penggelaran 3G ke berbagai kota di Indonesia. Sejak diluncurkan empat bulan lalu, perusahaan telah meraih pelanggan 3G sebanyak 1,6 juta pelanggan. “Pencapaian ini menjadikan Indonesia sebagai negara nomor sepuluh di dunia dan nomor lima di Asia Pasifik dalam hal jumlah pelanggan 3G,” ungkap Direktur Operasi Telkomsel, Alan Ho.

Data UMTS forum menyebutkan, saat ini jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia mencapai 100 juta pelanggan, di mana 50,4% di Eropa barat dan 47,8% di Asia Pasifik. Sisanya, kurang dari 2% di Eropa Timur, Afrika, Timur Tengah, Amerika latin, Amerika Utara (AS dan Kanada). Menurut Alan, dari 159 negara yang telah mengimplementasikan teknologi 3G saat ini, jumlah pengguna 3G di Indonesia yang didominasi pelanggan Telkomsel berada di bawah negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Cina, Italia, Inggris, Perancis dan Jerman.

Pertumbuhan pelanggan 3G secara global selama tiga tahun terakhir meningkat secara signifikan. Jumlah pelanggan 3G dunia pada akhir 2004 berjumlah 16 juta pelanggan, di akhir 2005 menjadi 50 juta pelanggan, dan akhir tahun 2006 mencapai 100 juta pelanggan. Bahkan, Alan memprediksikan jumlah pelanggan 3G dunia di akhir 2007 ini akan meningkat 175% menjadi 275 juta pelanggan.

Saat ini Telkomsel telah menggelar sekitar 1.000 BTS 3G yang tersebar di 30 kota, yakni Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Solo, Purwokerto, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, Pematang Siantar, Bukittinggi, Lubuk Pakam, Jangto, Banda Aceh, Sidoarjo, Mojokerto, Gersik, Samarinda, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Denpasar, Mataram, Makassar dan Balikpapan.

Telkomsel juga menambah 3 negara untuk akses panggilan internasional 3G via akses IDD Call 007 untuk Swedia, Belanda dan Jepang. Dengan penambahan ini jumlah komunikasi internasional 3G Telkomsel menjadi 15 negara. Sebelumnya negara yang telah dibuka adalah Singapura, Malaysia, Filiphina, Taiwan, Australia, Hongkong, Jerman, Belgia, Perancis, Arab Saudi, Italia, dan Yunani.

Jan 11

Bisnis Indonesia — Telkom akan memfokuskan pembangunan sistem teknologi informasi berbasis teknologi protokol Internet dengan total belanja modal sebesar Rp1 triliun hingga 2008. Telkom menganggarkan pembangunan solusi TI sekitar 3% dari total pendapatannya guna meningkatkan efisiensi sebesar 3% sampai 5%. Salah satu solusi TI yang akan dibangun adalah Tenoss (Telkom National Operational Support System).Khusus untuk aplikasi Tenoss, Telkom menggandeng Clarity, sebuah perusahaan penyedia sistem pendukung operasional industri telekomunikasi asal Australia. CEO Clarity Tomislav Matic mengatakan Telkom telah menunjukkan diri merupakan perusahaan yang memiliki wawasan ke depan dalam mengadopsi jaringan generasi lanjutan (Next Generation Network/NGN). “Saat ini Telkom telah menjadi bagian dari pelanggan kami lainnya di dunia yang akan memiliki manajemen infrastruktur, manajemen layanan pelanggan, dan sistem penagihan dalam satu sistem”, tuturnya.

Tomislav enggan menyebutkan nilai investasi yang ditanamkannya pada Telkom. Selain Telkom, perusahaan itu juga menjadi penyedia bagi operator Telekom Malaysia dan sejumlah operator di Australia.

Jan 06

Detik – Telkomsel menyiapkan anggaran belanja Rp 1 triliun untuk membangun 1.000 Node B (BTS 3G) di sepanjang 2007. Sekitar 80% di antaranya bakal dilengkapi teknologi HSPDA atau 3,5G. Hal itu diungkap Direktur Perencanaan dan Pembangunan Telkomsel, Bambang Rhiady Oemar. Menurutnya, Telkomsel selama 2006 telah membangun sebanyak 956 Node di 10 provinsi. Artinya, dengan penambahan yang dimaksud –di 10 provinsi sebelumnya dan 10 provinsi tambahan, operator seluler itu akan memiliki hampir 2.000 Node B di akhir tahun. “Sedangkan jaringan yang bisa support HSDPA, sekitar 80%” ujarnya, di Gedung Telkomsel, Wisma Mulia.

Teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSPDA) merupakan layanan 3G generasi lanjutan berbasis (3,5G) yang memiliki kecepatan super tinggi di kelasnya: 3.6 Mbps, atau sekitar 9-10 kali lebih cepat dari layanan 3G pada umumnya. Berdasarkan siaran pers, Sabtu (6/1/2007), anak perusahaan Telkom itu berencana membangun sebanyak 5.000 BTS, dimana 1.000 di antaranya untuk infrastruktur 3G. Total dana belanja yang siap digelontorkan tahun ini sebesar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Penambahan BTS akan dialokasikan khusus untuk memperkuat jaringan di cakupan area kecamatan (IKC) Kalimantan hingga menembus 100%, dan sekitar 60-70% untuk wilayah Sulawesi.

Telkomsel telah menggelar jaringan di 25 kota besar di 10 provinsi di Indonesia. Namun, menurut Bambang, belum seluruhnya boleh dikomersilkan karena beberapa kota belum dinyatakan lulus uji laik operasi (ULO) 3G. Adapun kota-kota yang telah dipasangi jaringan 3G Telkomsel (komersil dan non-komersil) adalah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Purwokerto, Surabaya, Malang, Medan, Pematang Siantar, Padang, Palembang, Lampung, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Batam, Mataram, Denpasar, Makasar, Balikpapan, dan Banda Aceh.

Feb 19

Tempo — Cisco Systems mengumumkan peluncuran solusi optimalisasi IP Radio Access Network (RAN). Solusi RAN ini merupakan solusi terbuka sehingga dapat digunakan berbagai vendor yang memanfaatkan IP (protokol internet) untuk meningkatkan efisiensi jaringan, menekan biaya dan mempercepat penawaran layanan bergerak novatif ke pasar.

Dengan mengimplementasikan solusi optimalisasi RAN berbasis IP dari Cisco, operator yang menggunakan jaringan GSM dan UMTS dapat mengurangi lalu-lintas backhaul-nya sampai 50 persen. Kelebihan solusi RAN ini menghasilkan biaya backhaul lebih rendah dan peningkatan kapasitas untuk menggelar layanan-layanan baru.

Disebabkan oleh sifatnya yang fleksibel, solusi optimalisasi IP RAN dari Cisco dapat memenuhi empat kebutuhan operator bergerak. Pertama, dengan memanfaatkan IP guna mengoptimalkan dan mengagregasi campuran lalu-lintas seluler berbagai generasi sehingga dapat menurunkan biaya-biaya backhaul, solusi pengoptimalan IP RAN dari Cisco mengurangi biaya operasi dalam jaringan GSM dan UMTS.

Kedua, sistem penghantaran yang efisien dapat mendukung layanan data dan suara di jaringan berpita-lebar 2G (GPRS, EDGE) dan 3G (UMTS, HDSPA) tanpa harus menambah multiple T1/E1 lines.

Ketiga, juga mendukung alternatif sistem penghantaran lainnya yang berkapasitas lebih tinggi dan rendah biaya, seperti Metro Ethernet, WiMax dan DSL, yang cocok untuk lalu-lintas data berbasis packet dengan bandwidth tinggi seperti HSDPA.

Keempat, memungkinkan operator mobile untuk menciptakan arus pendapatan baru dengan menawarkan layanan inovatif berbasis IP, seperti tayangan video dan IP telephony, menggunakan lingkungan Base Transceiver Station (BTS) yang diperlakukan sebagai IP point of presence.

Jan 07

detik — Untuk pertama kalinya, Cina mengembangkan chip untuk ponsel. Chip ini sedianya dapat beroperasi pada standar teknologi mobile 3G Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA). Chip yang dijuluki “Noah 3000″ ini dikembangkan oleh Southeast University Cina dan Dongda Communication Co. Disinyalir, chip ini mampu mengirimkan data dua hingga tiga kali lebih cepat daripada chip yang dioperasikan melalui standar 3G Code Division Multiple Access 2000 (CDMA 2000). chip Noah 3000 juga lebih hemat energi ketimbang chip CDMA 2000, karena daya yang dikonsumsi lebih sedikit.

Sumber yang dikutip Xinhua menyebutkan, chip tersebut telah berhasil melalui proses pengujian transmisi komunikasi dan data sesuai dengan persyaratan yang diperlukan WCDMA internasional. Karena keunggulan yang ada pada chip tersebut, perancang chip tersebut berhasil memperoleh 16 paten baik dari pihak lokal maupun asing.

Saat ini Cina sedang berkutat untuk memilih salah satu dari tiga standar 3G, yaitu WCDMA yang didukung Eropa, CDMA 2000 yang didukung Qualcomm, dan Time Division Synchronous Code Division Multiple Access (TD-SCDMA).