Sep 08

PT First Media, satu perusahaan dari kelompok Lippo, menawarkan akses internet murah melalui media kabel TV (CaTV) dengan berbagai tingkat data rate, dan tingkat harga yang sesuai. Layanan internet yang sudah bisa dinikmati warga Jakarta, Surabaya, dan Denpasar ini resmi diluncurkan di Jakarta, Sabtu ini.

Chief Executive Officer (CEO) First Media, Roberto F. Feliciano kepada pers mengatakan, layanan internet tersebut sebenarnya merupakan salah satu dari tiga fasilitas yang diberikan perusahaan tersebut. Dengan mengusung nama produk TriplePlay, katanya, seorang pelanggan bisa menikmati tiga layanan sekaligus yaitu Fastnet (internet), TV Kabel, dan Datacomm (layanan data komunikasi untuk klien korporasi). Pihaknya mentargetkan pada 2009 sudah bisa menjaring sekitar satu juta rumah pelanggan.

Tarif internet yang ditawarkan First Media, katanya, cukup kompetitif karena hanya dengan membayar biaya langganan sebesar Rp99.000 (ditambah dengan harga modem Internet CaTV), pelanggan sudah bisa menikmati Internet berkecepatan hingga 384 kb/s tanpa batas.

Direktur PT First Media Harianda Noerlan optimistis pihaknya mampu menjaring pelanggan mengingat begitu besarnya pasar internet di Indonesia. Dari pengguna internet sebesar 18 juta saja, ungkapnya, saat ini baru sekitar dua juta saja yang sudah berlangganan internet. “Itu artinya banyak dari mereka yang masih mengakses internet dari tempat lain seperti dari kantor,” katanya.

Perusahaan yang baru memperoleh tambahan modal sebesar US$ 650 juta dari Group Lippo itu kini terus memperkokoh jaringan kabel optiknya. Hingga saat ini jaringan optiknya sudah mencapai sekitar 5.000 km di wilayah Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Apr 10

Tempo — Bakrie Telecom mengembangkan layanan komunikasi data untuk akses CDMA miliknya. Cakupan layanan akses internet itu sama dengan cakupan layanan Esia, yaitu 17 kota di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang akan diperluas di 17 kota lainnya di Indonesia tahun ini.

Wimode bekerja tidak berdasarkan hotspot, melainkan langsung melalui BTS. Kecepatan akses internet Wimode mencapai 153 kb/s. Saat ini Bakrie Telecom memiliki 408 unit BTS dan akan mencapai 1.200 unit secara nasional hingga akhir tahun ini. “BTS itu nantinya dapat menampung 7 juta pelanggan,” ujar Bakrie. Pada tahap awal Bakrie Telecom akan meluncurkan 30 ribu unit Wimode dengan pendapatan rata-rata per pelanggan mencapai 5-8 persen dari pendapatan per pelanggan saat ini sebesar Rp 70 ribu. Bakrie Telecom juga menargetkan pada tahap awal sebanyak 10 persen dari seluruh pengguna Esia di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengakses internet.

Apr 07

picture-2.pngTelkomsel Flash adalah layanan wireless internet yang disediakan oleh Telkomsel untuk seluruh customer Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As. Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS Telkomsel yang dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 3.2 Mb/s. Layanan ini diakses melalui komputer, menggunakan modem, ponsel atau router. Kecepatan tinggi ini dimungkinkan karena didukung teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). HSDPA adalah evolusi teknologi 3G (kadang disebut dengan 3.5G) yang dapat menghasilkan transfer data yang lebih cepat daripada 3G. Kecepatan download data HSDPA secara teori dapat mencapai 3.6 Mbps sedangkan 3G maksimum hanya dapat mencapai 384 Kbps.

Telkomsel juga merilis perangkat modem USB mungil yang dikhususkan untuk layanan ini. Namun, menurut website Telkomsel, setiap perangkat modem USB, ponsel, atau router yang mendukung jaringan 3G/HSDPA dan berisi kartu GSM Telkomsel akan juga dapat digunakan untuk layanan ini. Saat berkoneksi, customer akan terlebih dulu diarahkan ke homepage tempat memilih sistem pricing yang paling pas dengan keinginan customer.

Info dan setting lebih lanjut dapat diacu pada website Telkomsel Flash: www.telkomsel.com/flash, termasuk pricing yang ditetapkan.

Apr 06

Bisnis — Alcatel-Lucent membuka Internet Protocol Transformation Centre (IPTC) di Singapura, untuk memperkuat jaringan pusat transformasinya secara global. Mario Querner, Country Senior Officer Alcatel-Lucent Indonesia menuturkan IP Center pertama yang menelan investasi sampai 20 juta euro selama tiga tahun itu adalah yang pertama di Asia Pasifik. Dengan fasilitas itu Alcatel akan mengembangkan, menggabungkan dan menguji end-to-end solusi jaringan IP dalam rangka membantu para operator telekomunikasi dan enterprise untuk mengubah jaringan mereka menjadi jaringan yang sepenuhnya berbasis pada IP.Dengan dukungan Economic Development Board di Singapura, IPTC — yang berlokasi berdampingan dengan IPTV Competency yang diluncurkan Alcatel-Lucent 2006 — di Asia ini ditargetkan dapat menampilkan sekitar 50 teknologi dan 80 tenaga ahli. IPTC Asia-Pacific merupakan pelengkap dari IPTC dan Network Integration Center yang berlokasi di Antwerpen, Belgia; Lisle, Illinois dan Plano, Texas, AS. Pusat-pusat ini membagikan ilmu, sumber dan latihan, yang membantu para penyedia untuk menjalankan proyek transformasi IP mereka. Salah satu contoh keberhasilan IPTC Asia adalah jasa komunikasi IP yang canggih untuk perusahaan telekomunikasi di Macau, Companhia de Telecommunicacoes de Macau SARL (CTM) untuk mewujudkan visi Digital Macau.Visi itu menyajikan jasa jaringan generasi berikutnya di bidang seluler, broadband, high-speed data services dan aplikasi. Lebih lanjut lagi CTM akan mengembangkan jasa layanan yang lebih mutakhir di mana konsumen dapat meminta tambahan bandwith (bandwith on demand), dengan kualitas yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhannya.

Mar 14

Bisnis. Microsoft tertarik pada program pengenalan suara untuk pencarian melalui ponsel yang dimiliki Tellme Networks Inc dan tengah bernegosiasi untuk membeli perusahaan itu seharga US$800 juta. Sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan proses pembelian ini rencananya akan dikabarkan besok. Karyawan Tellme yang berjumlah 320 orang termasuk CEO Mike McCue akan bergabung dengan Microsoft.Microsoft melihat pencarian melalui Internet dari ponsel merupakan langkah untuk mengurangi dominasi Google Inc. Saat ini Microsoft juga menambahkan fitur panggilan melalui Internet pada program Office sebagai layanan konsumen. “Telepon seluler adalah cara yang bisa dilakukan oleh Microsoft untuk masuk ke pasar baru,” ucap Danny Sullivan, peneliti yang mengkaji industri pencarian melalui Internet.

Sekitar 40% panduan direktori panggilan di AS dilayani Tellme melalui kerja sama dengan penyedia layanan telepon. Tellme juga tengah menguji coba yang memungkinkan pengguna telepon seluler mencari daftar pelaku bisnis hanya dengan mengucapkan kata kunci di telepon. Hasil pencarian akan terpampang di layar ponsel lengkap dengan petanya. Menurut Nielsen/NetRatings, Google digunakan lima kali lebih banyak dibandingkan MSN milik Microsoft dan situs pencari Windows Live.

Akusisi perusahaan Tellme ini akan menjadi akuisisi terbesar sejak Microsoft membeli vendor perangkat lunak Navision A/S senilai US$1,45 miliar pada 2002. Bill Cox, juru bicara Microsoft, dan Marci Pedrazzi, juru bicara Tellme, menolak untuk memberi komentar seputar rencana pembelian ini.

Mar 07

Detik. PT Indosat Mega Media (IM2) menyatakan seluruh infrastruktur jaringan mereka telah siap untuk mendukung implementasi protokol Internet generasi mendatang, Internet Protocol versi 6 (IPv6). Ini diutarakan Dede Rusnandar, Dirop IM2. “IM2 mempersiapkan teknologi IPv6 sejak 2003. Sekarang semua link network IM2 sudah teruji untuk IPv6, kami juga sudah ready services.

Indonesia sendiri rencananya mulai mengimplementasikan IPv6 pada 2008. Dede berujar, di 2010 IPv6 sudah akan menjadi standar dunia. “Saat ini IPv4 80% sudah terutilisasi, jadi tinggal 20%. Mulai 2008 untuk mendapatkannya bakal dipersulit APNIC. Lagipula harganya akan lebih mahal,” tandasnya.

Feb 27

Antara. Telkom akan meningkatkan kapasitas gateway internasional dalam mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan, kapasitas gateway internasional di Indonesia saat ini mencapai sebesar dua giga byte (GB). Sedangkan empat tahun ke depan akan ditingkatkan menjadi 20 GB. “Diperkirakan pada tahun 2010 pengguna internet di Indonesia akan mencapai 80 juta pengguna, dengan jenis layanan yang semakin beragam, seperti layanan televisi multimedia,” ujarnya. Ia juga menyebutkan kapasitas total gateway internasional di Indonesia saat ini sebesar empat GB, hanya seperlima dari total kapasitas gateway internasional Malaysia yang mencapai 20 GB.

Dikatakannya, selain meningkatkan kapasitas gateway internasional, pihak Telkom juga sedang mempertimbangkan jalur baru untuk gateway Internasional yang saat ini masih lewat Taiwan. “Kita sedang mengkaji jalur baru yakni Asia-Amerika Gateway, atau bisa juga melalui Australia,” ucap Arwin.

Telkom merupakan penyedia jaringan Internet terbesar di Indonesia, dengan beragam jenis layanan mulai dari dial-up sampai broadband melalui jaringan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). “Hanya tiga puluh persen jaringan kabel tembaga Telkom dapat mendukung teknologi ADSL, sementara 70 persen sisanya terus di-upgrade,” kata Arwin menambahkan.

Feb 27

Detik. Internet Protocol versi 6 (IPv6) mulai menjadi basis layanan Internet bergerak. Melalui layanan CBN Mobile, pengguna kini dapat mengakses layanan Internet berbasis IPv6. Layanan tersebut merupakan realisasi dari kerjasama antara Excelcomindo (XL) selaku penyedia jaringan dengan Cyberindo (CBN) sebagai penyedia jasa Internet.

“Kami sudah siap mengimplementasikan pemanfaatan IPv6. Boleh dibilang XL adalah operator selular pertama yang mengimplementasikan teknologi IPv6 dalam dunia fixed mobile convergence,” ungkap Hasnul Suhaimi, President Director PT Excelcomindo Pratama Tbk., Selasa (27/2/2007). Di sela-sela ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2007 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Joy Wahyudi Director of Commerce XL mengatakan bahwa layanan ini memang belum diluncurkan, namun komersialisasinya sudah dimulai sehingga pengguna sudah dapat memanfaatkannya.

Dari sisi terminal, perangkat dengan dukungan IPv6 yang tersedia di pasaran salah satunya adalah dari Nokia. Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar sepuluh tipe ponsel Nokia yang mendukung IPv6, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan sekitar delapan tipe ponsel.

CBN Mobile dengan basis teknologi IPv6 merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya yang hanya dapat diakses melalui jaringan CDMA dari Mobile-8 dan Indosat. “Kali ini kami bekerjasama dengan operator GSM, dan XL adalah operator GSM pertama yang bekerjasama dengan kami,” kata Sugiharto Darmakusuma, Chief Commercial Officer CBN.

Dijelaskannya, jumlah penguna layanan Internet mobile menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada tahun 2004. “Layanan Internet mengikuti gaya hidup penggunanya, yang tidak hanya diam tapi cenderung makin mobile,” kata Sugiharto. Menurut Sugiharto saat ini sudah ada 4000-an pelanggan CBN Mobile. Kerjasama dengan operator GSM diyakininya akan memperbesar peluang meraih lebih banyak pelanggan, mengingat cakupan layanan operator GSM yang lebih luas. “Untuk tahun pertama, kami yakin dapat meraih 1.500-an pelanggan,” tandasnya.

Feb 26

Bisnis Indonesia. Telkom mengungkapkan: indeks akses digital Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih rendah, yang ditandai dengan minimnya penetrasi telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia. Dirut Telkom Arwin Rasyid memaparkan posisi Indonesia dalam hal indeks akses digital hanya sedikit lebih baik dibandingkan Vietnam namun kalah jauh dari Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand.

Dari data Telkom terungkap bahwa pengguna telepon tetap di Indonesia saat ini mencapai 8,7 juta pelanggan, akses nirkabel tetap sekitar 5,75 juta pelanggan, sementara pelanggan seluler sebanyak 63 juta orang. Sedangkan pelanggan Internet menurut data dari APJII adalah sekitar 25 juta orang, sementara pelanggan akses pita lebar adalah sekitar 125.000 pelanggan. Dari keseluruhan itu, mayoritas merupakan pengguna layanan Grup Telkom dan juga terhubung atau terkoneksi dengan jaringan infrastruktur yang dikelola oleh Grup Telkom. Menurut Arwin, ini merupakan menjadi tantangan tersendiri bagi Telkom, karena dalam lima tahun terakhir angka pertumbuhan yang terjadi begitu pesat, lebih dari 40%. Pada 2010 pengguna telepon tetap (termasuk FWA) diperkirakan akan mencapai 33,4 juta sambungan, seluler 128 juta sambungan, pengguna Internet 80,2 juta orang dan pengguna pita lebar 2,5 juta pengguna.

Guna mengembangkan penerapan telematika nasional maka Telkom mengklaim akan menyediakan infrastruktur yang efektif dan efisien berbasis protokol Internet (IP) dengan membangun jaringan serat optik pita lebar maupun akses nirkabel WiMax. BUMN telekomunikasi itu juga mengaku akan membangun layanan TV berbasis protokol Internet (IPTV), menghadirkan layanan nirkabel pita lebar 3G, serta berpartisipasi dalam konsorsium proyek Palapa Ring untuk meningkatkan aksesibilitas di kawasan timur Indonesia.

Arwin mengungkapkan Telkom akan menurunkan biaya akses Internet pita lebar Speedy sekitar 30% pada tahun ini dan diproyeksikan akan turun lagi sekitar 20-30% dari tarif 2007 pada 2008.

Jan 09

Bisnis Indonesia — Telkom sedang mengkaji kemungkinan akan mengkomersialisasikan layanan televisi berbasis internet protocol (IPTV). Uji coba laboratorium pengembangan IP-TV sudah dilakukan, tinggal menunggu hasil kajian untuk komersial.

Jaringan berbasis IP memiliki kemampuan dan fleksibilitas tinggi menyajikan layanan komunikasi terpadu yang tidak bisa didapat melalui jaringan konvensional. Konsumen nantinya tidak hanya dapat menikmati siaran televisi tetapi juga layanan komunikasi terpadu dan interaktif. Peluncuran komersial IP-TV Telkom ini tergantung pada kebutuhan dan animo yang berkembang di pasar. Telkom saat ini fokus menjajaki potensi layanan yang bisa dilahirkan jaringan IP.

IPTV yang dikembangkan Telkom ini kelak menyajikan program TV interaktif antara lain, olah raga, berita, film serta ragam sajian hiburan lainnya (musik, game, iklan) melalui jaringan internet pita lebar (broadband) IP yang aman dan terkelola dengan baik. Ragam layanan IPTV di antaranya Electronic Program Guide, Broadcast/Live TV, Pay Per View, Personal Video Recording, Pause TV, Video on Demand, Music on Demand (Walled Garden), Gaming, Interactive advertisement, dan T-Commerce.