Mar 08

Bisnis. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) telah mengajukan lisensi akses nirkabel tetap (fixed wireless access/FWA) kepada Ditjen Postel menggunakan teknologi CDMA 450. Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar membenarkan pengajuan lisensi FWA oleh Sampoerna tersebut dengan menggunakan teknologi dan frekuensi yang mereka miliki sebelumnya. “Pemerintah telah menerima pengajuan lisensi FWA dari STI, namun setelah bertemu dengan jajaran Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia [BRTI], mereka masih akan mengkaji kembali mengenai pengajuan tersebut,” ujarnya.

STI sebelumnya dikenal dengan nama Mandara Telepon Seluler, operator seluler berteknologi CDMA dan beroperasi pada pita frekuensi 450 MHz. Mandara adalah bentuk baru dari Mobisel, operator seluler berbasis teknologi NMT (Nordic mobile telephone). STI yang memiliki merek dagang Ceria dan Neon tersebut telah memperluas layanannya hingga ke Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Palembang, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga akhir tahun lalu. Pada saat yang sama Sampoerna juga telah memberikan layanan telekomunikasi di wilayah Jambi (Bangko dan Muarabungo) dan Provinsi Riau (Pekanbaru, Dumai, Rengat dan Tembilahan). Sebelumnya operator tersebut telah menjangkau Provinsi Lampung, Bali, dan Lombok. Sementara awal Oktober akan segera menjangkau Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, Riau dan disusul kemudian Provinsi Jawa Timur dan Jateng. Hingga pertengahan tahun lalu, jumlah pelanggan STI telah mencapai 39.000 sambungan Ceria CDMA (digital) dan masih ada sekitar 3.000 Neon NMT (analog) yang tersebar di daerah pedesaan.
STI menyatakan bahwa Telkom telah mempermudah ketersambungan telekomunikasi STI di semua cakupan layanannya. GM Intercarrier STI Soewito mengatakan pihaknya telah menerima pembukaan interkoneksi dari Telkom sehingga dapat segera melakukan ekspansi jaringan di Jabar, Jatim, Yogyakarta, Bali, Lombok, Lampung, Riau, Jambi dan Sumsel. “Kemudahan interkoneksi tersebut membuat Sampoerna menargetkan bisa meraih 750.000 pelanggan seluler baru tahun ini dari sebelumnya yang hanya sekitar 110.000 tahun lalu,” ujarnya. Soewito juga mengungkapkan seluruh operator telah menjalankan kerja sama interkoneksi secara baik dan tidak ada kendala yang berarti sejak 1 Januari.

Feb 27

Detik. Internet Protocol versi 6 (IPv6) mulai menjadi basis layanan Internet bergerak. Melalui layanan CBN Mobile, pengguna kini dapat mengakses layanan Internet berbasis IPv6. Layanan tersebut merupakan realisasi dari kerjasama antara Excelcomindo (XL) selaku penyedia jaringan dengan Cyberindo (CBN) sebagai penyedia jasa Internet.

“Kami sudah siap mengimplementasikan pemanfaatan IPv6. Boleh dibilang XL adalah operator selular pertama yang mengimplementasikan teknologi IPv6 dalam dunia fixed mobile convergence,” ungkap Hasnul Suhaimi, President Director PT Excelcomindo Pratama Tbk., Selasa (27/2/2007). Di sela-sela ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2007 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Joy Wahyudi Director of Commerce XL mengatakan bahwa layanan ini memang belum diluncurkan, namun komersialisasinya sudah dimulai sehingga pengguna sudah dapat memanfaatkannya.

Dari sisi terminal, perangkat dengan dukungan IPv6 yang tersedia di pasaran salah satunya adalah dari Nokia. Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar sepuluh tipe ponsel Nokia yang mendukung IPv6, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan sekitar delapan tipe ponsel.

CBN Mobile dengan basis teknologi IPv6 merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya yang hanya dapat diakses melalui jaringan CDMA dari Mobile-8 dan Indosat. “Kali ini kami bekerjasama dengan operator GSM, dan XL adalah operator GSM pertama yang bekerjasama dengan kami,” kata Sugiharto Darmakusuma, Chief Commercial Officer CBN.

Dijelaskannya, jumlah penguna layanan Internet mobile menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada tahun 2004. “Layanan Internet mengikuti gaya hidup penggunanya, yang tidak hanya diam tapi cenderung makin mobile,” kata Sugiharto. Menurut Sugiharto saat ini sudah ada 4000-an pelanggan CBN Mobile. Kerjasama dengan operator GSM diyakininya akan memperbesar peluang meraih lebih banyak pelanggan, mengingat cakupan layanan operator GSM yang lebih luas. “Untuk tahun pertama, kami yakin dapat meraih 1.500-an pelanggan,” tandasnya.

Feb 13

Detik, Pengguna telekomunikasi di Cina tak lama lagi bisa menikmati layanan mobile 3G. China Mobile, operator jaringan telekomunikasi terbesar di Cina, menyatakan akan menggelar layanan 3G tersebut sebelum akhir Oktober 2007. Lebih dari 15 miliar yuan (US$ 1,9miliar) akan digelontorkan untuk membangun jaringan TD-SCDMA.

TD-SCDMA (Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access) adalah standar layanan telekomunikasi 3G yang digunakan di Beijing. China Mobile akan menyelesaikan pembuatan 8.602 base station TD-SCDMA di delapan kota termasuk Beijing, Shanghai dan selatan kota Shenzhen sebelum akhir Oktober tahun ini. Perusahaan juga akan menyelesaikan procurement perlengkapan inti yang berbasiskan standar tersebut sebelum akhir Mei 2007.

Lambatnya penerapan teknologi 3G di Cina dikarenakan keinginan pemerintah Cina untuk mengembangkan sendiri teknologi 3G. Namun pemerintah berjanji akan mengeluarkan lisensi 3G pada waktunya, menyusul akan diselenggarakannya Olympiade 2008 di Beijing.

Feb 13

Detik, Hewlett-Packard memperkenalkan smartphone perdananya: HP iPaq 500, yang mengedepankan fitur perintah suara di dalamnya. Fitur ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pemakai terhadap penggunaan stylus atau keyboard miniatur yang biasa digunakan pada smartphone atau PDA. Beberapa kegunaanya seperti untuk membalas email dengan mendiktekan serta mengirimkan respon suara atau sekedar mendengarkan email dan pesan yang masuk.

Kemampuan lain yang diberikan yaitu dengan tersedianya fitur Wi-Fi serta memungkinkan pengguna untuk menggunakan koneksi alternatif lain, seperti VoIP, selain fitur-fitur standar lain tentunya.

Sebagai salah satu perangkat genggam pertama yang berplatform Windows Mobile 6, HP iPaq 500 diperkenalkan pertama kali di muka umum saat acara “3GSM World Congress” yang diadakan di Spanyol.

Feb 09

Bakrie bukan cuma terkenal dengan lumpur Lapindonya. Masih ada Bakrie Telecom dengan Esia dan Wifone. Bakrie yang ini akan menambah 800 BTS demi meraih lebih banyak pelanggan, menyusul rencananya memperluas layanan di 17 kota.
Direktur Utama Bakrie Telecom, Anindya Bakrie, mengatakan saat ini perseroan yang dipimpinnya memiliki 400 BTS. Di tahun 2007 perusahaan akan meningkatkan jumlah BTS sebesar tiga kali lipat, atau menambah 800 BTS baru. Penambahan dilakukan dengan memperhatikan alokasi frekuensi di pita frekuensi 800 MHz.

“Dalam upaya mengembangkan jaringan ke luar, kami berkoordinasi dengan pemerintah dan operator untuk alokasi frekuensi 800 MHz. Alokasi tersebut perlu kerjasama dan bantuan monitoring dari pemerintah,” ujar Anindya.

Penguatan jaringan tersebut dilakukan perseroan dengan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun, yang diambil dari institusi-institusi keuangan, vendor financing, serta generated cash flow. Perluasan layanan dilakukan Bakrie menyusul izin prinsip yang didapatnya untuk menggelar layanan telepon tetap nirkabel secara nasional, di 17 kota di Indonesia. Selama ini, Bakrie hanya menggelar layanannya di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Menindaklanjuti hal tersebut, perseroan memberanikan diri menargetkan 3,6 juta pelanggan baru. “3,1 juta akan kita raih di Jakarta, Jabar dan Banten, setengah juta sisanya di 17 kota di luar itu,” kata Anindya. Pencapaian target tersebut, menurutnya dilakukan dengan penguatan sumber daya manusia dan jaringan. Untuk efisiensi, perseroan juga menginginkan adanya infrastructure sharing dan BTS colocation.

Jan 28

Detik — Indosat akan meningkatkan ekspansi cakupan jaringannya hingga 50 persen dengan menambah sekitar 3500 sampai 4000 BTS (base transceiver station) di 2007. Hal itu diungkap Deputi Presiden Direktur Indosat, Kaizad B. Heerjee, yang mengatakan hingga akhir 2006 lalu jumlah BTS yang dimiliki Indosat sebanyak 7.000 unit. “Jadi, di akhir tahun (2007-red) BTS yang kami miliki akan mencapai lebih dari 10.000 unit,” ujarnya di Bandung. Sedangkan menurut Direktur Regional Sales Indosat, Wityasmoro Sih Handayanto, dari coverage yang ditargetkan di 2007 sekitar 45 persennya dialokasikan untuk pembangunan di luar Jawa yang sebelumnya kurang dari 30 persen.

Saat ini, lanjut Wityasmoro, di akhir 2006 lalu coverage Indosat di seluruh Indonesia belum mencapai 100 persen. Dari penjelasannya ia merinci, di area Sumbagut (Sumatera bagian utara) coverage baru mencapai 97,6 persen kemudian Sulampapua (Sulawesi Maluku Papua) baru 81 persen, sementara wilayah Jabotabek dan Banten coverage sekitar 90 persen. Kaizad mengatakan, anggaran belanja (capital expenditure/capex) Indosat untuk ekspansi jaringan di 2007 sebesar US$ 1 miliar.