Feb 01

Inti cerita NGMN (next generation mobile network) adalah keterpaduan jaringan 3G dengan IMS (Internet multimedia subsystem). Tantangan atas keterpaduan iniantara lain fasilitas roaming pada user (bahkan bisa dari satu network ke network lain); penggunakaan IP-tunneling di dalam core network 3G, alih2 routing IP biasa; dan tentu saja masalah bandwidth pada jaringan 3G yang patut dihemat.

Kerjasama antara IETF, 3GPP (GSM suite), dan 3GPP2 (CDMA2000 suite) diperlukan untuk menjamin bahwa NGMN akan bersifat interoperable. Baik 3GPP maupun 3GPP2 sendiri telah memiliki konfigurasi atas IMS masing-masing, yang walaupun garis besarnya sama, namun memiliki pendekatan yang agak berbeda.

3GPP memperkenalkan IMS pada Release 5 (TS 22.228). Featurenya a.l. QoS yang bisa dinegosiasikan baik di awal sesi maupun di tengah sesi, QoS bagi VoIP yang setidaknya setara dengan circuit-switch, dukungan atas roaming. Release 6 menambahkan interwork dengan network lain, semisal WiMAX.

3GPP2 menyusun IP MMD, yang terdiri atas IMS dan packet-data subsystem (PDS). Ini didefinisikan dalam spesifikasi S.R0058-0. Dengan maksud memerdekakan IP network dari access network, IMS pada Rev 0 dibaut sama dengan 3GPP Rel 5. Rev A dan Rev B juga merupakan perbaikan sesuai Rel 6 dan Rel 7 dari 3GPP. Deskripsi akhir atas IMS 3GPP2 tersimpan pada spesifikasi X.S0013-002. Perbedaan kedua macam IMS ini dipaparkan dalam tabel berikut:

3gpp3gpp.png

Sedangkan perbandingan konfigurasi IMS antara 3GPP dan 3GPP2 dipaparkan dalam diagram berikut:

imsims.png

Perbedaan kedua IMS tak lain hanya karena ketidakmungkinan untuk berlepas dari struktur dasar network yang  melandasinya. Namun untuk menjaga agar keterpisahan ini masih dalam koridor yang memungkinkan interoperabilitas dalam skala tertentu, maka baik 3GPP dan 3GPP2 melakukan kerjasama dengan IETF dalam penyusunan standar IMS yang terus berevolusi ini; yang masing-masing dituangkan dalam RFC-3113 dan RFC-3131.

Dec 05

ITU (International Telecommunications Union) tengah dalam proses mempersiapkan standard seluler 4G. Teknologi 4G harus memungkinkan layanan voice berbasis IP, serta streaming multimedia dalam kecepatan yang lebih tinggi daripada sekarang. ITU-R (Radiocommunication Sector) mengharapkan bahwa standard akan mencakup kecepatan data setidaknya 100 Mb/s, serta penggunaan OFDMA, yaitu versi multiuser dari OFDM. Tentu semua harus berbasis IP dan packet. Keluarga 3G saat ini — termasuk WCDMA, HSDPA, CDMA2000, dan EVDO — dirancang dengan optimasi pada jaringan suara.

Ada tiga kandidat yang telah dipertimbangkan untuk 4G, yaitu LTE (long-term evolution), UMB (ultramobile broadband), dan WiMAX II (IEEE 802.16.m). Kandidat lain boleh didaftarkan hingga 2009. Setelah itu ITU-T akan mulai bekerja dengan rincian spesifikasi.

4g-candidates.jpg

LTE dirancang oleh 3GPP (pengembang 3G dari kelompok GSM), sementara UMB diajukan oleh 3GPP2 (pengembang CDMA 2000), dan WiMAX II oleh WiMAX Forum. Tabel di atas membandingkan ketiga kandidat. Semuanya bertransmisi dengan OFDMA, kecuali LTE yang bagian uplinknya menggunakan single-carrier FDMA dengan alasan efisiensi daya pada terminal. UMB membayangkan akan mencapai kecepatan data 288 Mb/s (pada lebar spektrum 20 MHz), sementara LTE menjanjikan sampai 250 Mb/s. WiMAX II mengaku bisa menerobos angka 1 Gb/s, tetapi di mode diam.

Nampaknya, 4G dapat berakhir dalam bentuk kombinasi dari pendekatan yang berbeda. Atau lebih kacau lagi, operator bisa mulai menggunakan teknologi pilihannya sendiri, tanpa peduli standard. Mudah2an sih tidak. Tetapi diperkirakan vendor akan mulai mengembangkan perangkat 4G setelah investasi untuk keluarga 3G mulai menghasilkan keuntungan. ITU-T sendiri menjadwalkan penyebaran komersial secara luas pada 2015.