Jun 13

Detik — Telkom dan Telkomsel akan mensinergikan infrastruktur untuk semua layanan, mulai dari telepon tetap kabel, nirkabel, dan seluler demi menghemat belanja modal 20-30 persen. Direktur Utama Telkom Rinaldy Firmansyah, mengatakan sinergi ini sudah mulai berjalan. Ditargetkan sampai akhir 2007 seluruh jaringan yang dimiliki Telkom dan anak perusahaannya Telkomsel dapat dioptimalisasi hingga 95 persen.

Sementara itu Direktur Network Services Telkom, I Nyoman G. Wiratnyana mengatakan, 50% dari seluruh BTS Telkom telah digunakan untuk jaringan Telkomsel, tapi baru 8% jaringan yang dimiliki Telkomsel yang dipakai oleh Flexi. “Ke depan, kita akan mengintegrasikan network dalam satu core berbasis IP. Jadi nanti integrasinya di jaringan metro access,” kata Nyoman. “Secara fisik itu menggunakan fiber optik, namun secara teknologi nantinya berbasis IP bukan TDM lagi,” paparnya.

Sinergi layanan dalam satu jaringan ini diharapkan akan memicu produktivitas. Penyatuan kapasitas jaringan akan menyebabkan bandwidth jadi lebih murah secara eksponensial, tidak linier. Konsep ini juga diharapkan akan sinergis dengan konsep Palapa Ring.

Jun 13

Detik — Linux Phone Standards (LiPS) Forum mengumumkan daftar spesifikasi ponsel berbasis Linux yang tertuang dalam LiPS Release 1.0. Tujuan LiPS adalah meningkatkan interoperabilitas dalam ekosistem ponsel berbasis Linux, mulai dari perusahaan penyedia software, penyedia perangkat OEM, sampai ke operator seluler regional dan global.

Spesifikasi yang diumumkan kali ini mencakup: LiPS Reference Model, Address Book dan Voice Call Enabler, serta User Interface Services.

Sebelum akhir 2007 LiPS Forum akan merampungkan elemen lanjutan dari LiPS Release 1.0 dengan menambahkan spesifikasi yang berhubungan dengan kemampuan telepon, pengiriman pesan, kalender, Instant Messaging (IM), dan spesifikasi tambahan untuk User Interface Services.

Standar LiPS diharapkan dapat memajukan industri mobile berbasis Linux, terutama untuk mengurangi fragmentasi, dengan menginformasikan dan memberi batasan yang jelas bagi OEM, vendor software independen dan operator.

LiPS juga memperkenalkan spesifikasi tambahan yang akan dikembangkan sampai tahun 2008, yang meliputi Application Framework, Services APIs, Device Management APIs, dan tambahan Enabler APIs misalnya untuk multimedia.

May 08

Bisnis Indonesia — Telkom akan mengembangkan layanan televisi berbayar satelit, melalui Telkomvision, pada pertengahan 2007.  “Tahun ini Telkom akan serius dalam mengembangkan produk itu, sebagai bagian dari `Corporate Action` Telkom dalam mengembangkan Telkom Group di bisnis Multimedia,” kata VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia.

Telkomvision adalah salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang TV Berbayar (Pay TV), baik TV Satelit (DTH) maupun TV Kabel (Digital CATV Broadband). Menurut Eddy, terkait dengan peluncuran layanan TV Satelit Telkomvision, berbagai persiapan sedang dilakukan, seperti meningkatkan kualitas “Head End Satelit” yang berlokasi di Cibinong, Persiapan layanan 24 jam “call centre” dengan kode akses 12047 yang dikelola besama PT Indomedia, serta penguatan sumber daya manusia di bidang bisnis TV berbayar, guna peningkatan pelayanan kepada pelanggan.  TV Satelit Telkomvision akan menjadi satu-satunya layanan `Pay TV` di Indonesia yang menggunakan frekuensi transmisi satelit `C-Band` yang akan menjamin kualitas penerimaan prima dalam segala cuaca.

TV Satelit Telkomvision hadir dengan ragam layanan yang dikemas dalam beragam paket menarik, dengan tarif yang sangat terjangkau untuk berbagai lapisan masyarakat. Khusus di kota-kota besar, TV Satelit Telkomvision akan dilengkapi dengan produk Telkom Speedy, dalam penyediaan layanan Internet yang saat ini dibutuhkan pelanggan.

TV Satelit Telkomvision berbeda dengan operator “Pay TV” lainnya, karena hanya dengan menggunakan receiver parabola biasa (free to air) maka pelanggan dapat menikmati paket-paket layanan Telkomvision yang sangat menarik. Selain itu, pelanggan tetap dapat menikmati siaran-siaran lokal maupun siaran dari China, India, Arab, yang jumlahnya bisa lebih dari 100 “channel” secara gratis, hanya dengan perangkat tambahan (LNB & Kartu Tayang) dapat menangkap siaran dari satelit .

Eddy mengemukakan, pengembangan produk TV Kabel dan Satelit ke depan akan dirancang untuk memberi kemudahan kepada pelanggan dalam menikmati produk layanan Telkom, melalui sistem prabayar berupa “voucher” isi ulang, yang merupakan produk pertama di Indonesia untuk bisnis “Pay TV”.

Layanan “Pay TV” Telkomvision khususnya yang berbasis TV kabel saat ini telah berjalan baik di beberapa kota besar. Untuk meningkatkan layanan, segera dilakukan pembangunan tambahan jaringan sebanyak 500.000 sambungan di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar.

Sementara itu, menurut data saat ini terdapat tidak kurang dari 20 juta pesawat televisi di sembilan kota besar Indonesia. “Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan kebutuhan informasi, hiburan serta layanan multimedia lainnya, Telkom optimis kehadiran Telkomvision akan disambut baik oleh masyarakat,” paparnya menambahkan.

Apr 28

Telkom telah melakukan penandatanganan kesepakatan AAG dalam konsorsium di Kuala Lumpur. Seluruh anggota konsorsium AAG yang terdiri dari 17 perusahaan dari 14 negara hadir menandatangani kesepakatan ini.

Saat ini kapasitas akses ke dunia internasional yang dimiliki Telkom sebesar 2,4 Gb/s. Kebutuhan hingga akhir tahun ini yang diperkirakan meningkat sampai 5 Gb/s dipenuhi dengan cara sewa bandwidth. Melalui konsorsium AAG, Telkom akan memperoleh kapasitas sampai 40 Gb/s atau melonjak sampai 15 kali lipat pada tahun 2008 nanti.

“Ini merupakan opsi terbaik setelah menimbang-nimang keuntungan dari sisi kapasitas, konektivitas, dan komersial,” kata Eddy Kurnia, VP Public anda Marketing Communication Telkom. Penambahan bandwidth internasional akan berdampak besar bagi peningkatan pelayanan akses data dan Internet bagi pelanggan Telkom. Selain perusahaan ini juga bisa melakukan penghematan dan efisiensi bandwidth dalam jumlah yang sangat signifikan.

Sementara itu Telkom juga akan mengusahakan penambahan kapasitas bandwidth pada link yang akan digunakan untuk menghubungkan Indonesia dengan jaringan AAG. Selama ini akses dari Indonesia ke jaringan internasional dilakukan melalui link Dumai-Melaka Cable System (DMCS) dengan kapasitas bandwidth 10 Gb/s (gigabit per detik), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) Cable System berkapasitas 10 Gb/s, Radio Link Batam-Singapore berkapasitas 4 STM-1 dan Radio Link Batam-Pangerang (Malaysia) 4 STM-1.

AAG merupakan sebuah konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan dari 17 negara di Asia-Pasifik dan AS. Telkom dan Indosat merupakan wakil dari Indonesia yang tergabung di antara raksasa telekomunikasi dunia lainnya, seperti AT&T Corp (AS), Bharti Airtel Ltd (India), StarHub Ltd (Singapura), Telekom Malaysia Bhd (Malaysia), Telstra Corp Ltd (Australia). Selain itu anggota AAG lainnya ialah CAT Telecom (Thailand), Authority of Info-communications Technology Industry (Brunei), Philippine Long Distance Telephone Company (Filipina), Reach Netwoks Hong Kong Limited (Hong Kong) dan Vietnam Posts and Telecommunications Group (Vietnam).

Apr 26

Rencana pemberian lisensi WiMAX oleh Pemerintah Indonesia ternyata ditanggapi dengan hangat juga oleh para operator selular. Namun mengapa operator yang sudah memiliki lisensi 3G/UMTS ini masih juga punya minat pada WiMAX? Di satu sisi, ini untuk menghambat kompetisi dari teknologi yang memang secara konvergensi akan jadi bersaing ini. Namun, jika dilihat dari sisi positif, para operator memahami bahwa WiMAX merupakan komplemen layanan yang penting bagi 3G/UMTS; khususnya bagi sebagian besar customer yang melakukan akses informasi tidak sambil bergerak.

Tetapi, jika 3G/UMTS dan WiMAX dipegang oleh sebuah entitas, atau sekelompok yang berafiliasi, bagaimana cara agar keduanya benar2 menjadi komplemen, seolah2 menjadi sebuah network lengkap, dengan sistem identitas user yang tunggal, dengan layanan yang kontinu bagi user yang harus berpindah network, dan tanpa terlalu banyak sistem yang redundant?

Mengandaikan bahwa standar 3GPP yang digunakan sudah mengadopsi Release 5 (dengan IMS), akan dapat dilakukan interworking pada service layer kedua macam network. Negosiasi akan tetap menggunakan SIP seperti yang digunakan dalam IMS. Pengelolaan user dengan AAA dilakukan pada infrastuktur UMTS. Skemanya dideskripsikan dalam gambar ini:
interwork-3g-wimax.png
Garis oranye menunjukkan aliran data (media), dan garis biru persinyalan. HSS (home subscriber server) meyimpan informasi user, termasuk autorisasinya, dan profile. AAA, melakukan fungsi autentikasi, autorisasi, dan accounting (charging). Sekelompok CSCF (call session control function) pada struktur IMS berfungsi mengelola sesi informasi.

Persinyalan antara IMS dan WiMAX dilakukan melalui I-CSCF (I=interrogator) ke CSN WiMAX. Pada WiMAX, CSN memainkan urusan QoS, dan ASN memainkan strategi akses. Harus ada pemetaan antara QoS 3GPP dan WiMAX. UMTS mendefinisikan empat kelas QoS: conversational, streaming, interactive, dan background. WiMAX juga mendefinisikan empat kelas: UGS (unsolicited grant service), rt-PS (realtime polling service), nrt-PS (non-realtime polling service), dan BE (best effort). Tinggal dilakukan pemetaan sesuai sifat aplikasi yang ditargetkan di setiap kelas. Resource QoS dapat diberikan baik melalui prekonfigurasi, ataupun dengan reservasi sesuai trigger dari client.

Tentu masih banyak yang harus dipertimbangkan. AAA antar dua network misalnya, termasuk bagi user yang sedang melakukan roaming, harus dipertimbangkan baik dari sisi bisnis maupun dari security. Soal hand-over juga bisa menjadi bahan yang sangat menarik untuk diperincangkan secara terpisah.

(Cat: Copy dari kun.co.ro)

Apr 24

Perancangan SDP (service delivery platform) sebagian bersifat teknis, karena harus terus konsisten pada bakuan yang ditetapkan, misalnya IMS; tetapi harus sangat mempertimbangkan bisnis yang melandasinya (termasuk situasi ekonomi dan sosial). Salah satu yang biasa dijadikan pertimbangan adalah service dan content yang telah dikomersialisasikan dalam network telekomunikasi, termasuk (atau justru terutama) mobile.

Kategori2 service dan content meliputi misalnya lifestyle (gaya hidup, termasuk kesehatan), news (berita, termasuk olah raga dan cuaca), music (baik informasi musik maupun download musik), message (pesan antar user, termasuk SMS, MMS, email, voicemail), location (layanan berbasis tempat, termasuk peta), infotainment (lucu2an lah), games (permainan online dan download games), adult (materi untuk orang dewasa), finance (layanan perbankan dan keuangan lainnya), serta content umum (ring tone, wallpaper, avatar, dll).

Survei di negara2 Asia dan Eropa menunjukkan proporsi jumlah penyedia content sebagai berikut:

serv-dist.png

Yang paling banyak disediakan ternyata memang content umum, game, dan infotainment. Ini ternyata tak jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Jika diambil 30 besar (berdasar revenue), sebarannya mulai agak berbeda: 9 game, 6 content umum, 4 message, 4 music, 2 masing2 untuk infotainment & location, 1 untuk masing2 finance, news, adult.Sebaran revenue-nya sendiri menunjukkan proporsi yang akhirnya memang berbeda:

rev-dist.png

Yang paling mendatangkan uang ternyata: game, diikuti musik, dan content. Namun, jika analisis dilanjutkan dengan membandingkan tingkat revenue dengan tingkat ketersediaan layanan, ternyata yang paling diminati adalah music, diikuti location, dan baru games.

Apr 10

Tempo — Bakrie Telecom mengembangkan layanan komunikasi data untuk akses CDMA miliknya. Cakupan layanan akses internet itu sama dengan cakupan layanan Esia, yaitu 17 kota di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang akan diperluas di 17 kota lainnya di Indonesia tahun ini.

Wimode bekerja tidak berdasarkan hotspot, melainkan langsung melalui BTS. Kecepatan akses internet Wimode mencapai 153 kb/s. Saat ini Bakrie Telecom memiliki 408 unit BTS dan akan mencapai 1.200 unit secara nasional hingga akhir tahun ini. “BTS itu nantinya dapat menampung 7 juta pelanggan,” ujar Bakrie. Pada tahap awal Bakrie Telecom akan meluncurkan 30 ribu unit Wimode dengan pendapatan rata-rata per pelanggan mencapai 5-8 persen dari pendapatan per pelanggan saat ini sebesar Rp 70 ribu. Bakrie Telecom juga menargetkan pada tahap awal sebanyak 10 persen dari seluruh pengguna Esia di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengakses internet.

Apr 10

Antara — Oracle akan menggarap pasar “Identity Management” (IM) di Indonesia dengan mengincar tiga segmen pasar yaitu perbankan, telekomunikasi dan pemerintahan. Perbankan, telekomunikasi dan pemerintahan adalah target kunci kami untuk IM di Asia,” kata Regional Sales Director of Security and Identity Management Solutions Oracle Asia Pasific, Roman Tuma di Jakarta, Selasa saat mengumumkan tentang dilucncurkannya Oracle Identity Management.

Roman mengatakan Identity Management merupakan manajemen dan administrasi terpusat dengan identitas digital yang dapat kontrol internal dari perusahaan. Dia mengatakan IM merupakan integrasi yang pre-built yang akan cepat meningkatkan kemampuan suatu organisasi atau perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya keamanan dan dengan lebih cepat menggabungkan Oracle Identity Management ke dalam lingkungan-lingkungan aplikasi enterprise yang sudah ada. “Mengintegrasikan Oracle Identity Management ke dalam portofolio aplikasi-aplikasi Oracle memungkinkan pelanggan untuk dengan lebih cepat menggunakan manajemen identitas dan akses yang terbaik di kelasnya dan memanfaatkan keamanan yang sudah tertanam di dalam platform Oracle,” kata Roman.

Oracle Identity Managemeng diposisikan sebagai tulang punggung keamanan untuk Oracle Fusion Middleware, Oracle Identity Management membantu pelanggan-pelanggan dan mitra-mitra untuk mengurangi ancaman-ancaman keamann di berbagai lingkungan TI dan membantu memenuhi kebutuhan kepatuhan.

Roman mengatakan kelebihan aplikasi IM dari Oracle adalah integrasi end-to-end solution yang dapat mendukung lebih dari 50 aplikasi. Pangsa pasar IM secara global pada 2010 diprediksikan akan mencapai US$2,5 Miliar, sementara pasar IM di Asia Pasifik sebesar 10% sampai 12% yaitu sekitar US$25 juta. “Untuk pasar di Indonesia, kami masih belum mempunyai angka pasti, tetapi jika melihat berkembangnya pembangunan infrastruktur di negara ini kami yakin mengenai potensi yang dimiliki,” kata Roman.

Apr 07

picture-2.pngTelkomsel Flash adalah layanan wireless internet yang disediakan oleh Telkomsel untuk seluruh customer Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As. Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS Telkomsel yang dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 3.2 Mb/s. Layanan ini diakses melalui komputer, menggunakan modem, ponsel atau router. Kecepatan tinggi ini dimungkinkan karena didukung teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). HSDPA adalah evolusi teknologi 3G (kadang disebut dengan 3.5G) yang dapat menghasilkan transfer data yang lebih cepat daripada 3G. Kecepatan download data HSDPA secara teori dapat mencapai 3.6 Mbps sedangkan 3G maksimum hanya dapat mencapai 384 Kbps.

Telkomsel juga merilis perangkat modem USB mungil yang dikhususkan untuk layanan ini. Namun, menurut website Telkomsel, setiap perangkat modem USB, ponsel, atau router yang mendukung jaringan 3G/HSDPA dan berisi kartu GSM Telkomsel akan juga dapat digunakan untuk layanan ini. Saat berkoneksi, customer akan terlebih dulu diarahkan ke homepage tempat memilih sistem pricing yang paling pas dengan keinginan customer.

Info dan setting lebih lanjut dapat diacu pada website Telkomsel Flash: www.telkomsel.com/flash, termasuk pricing yang ditetapkan.

Apr 06

Bisnis — Alcatel-Lucent membuka Internet Protocol Transformation Centre (IPTC) di Singapura, untuk memperkuat jaringan pusat transformasinya secara global. Mario Querner, Country Senior Officer Alcatel-Lucent Indonesia menuturkan IP Center pertama yang menelan investasi sampai 20 juta euro selama tiga tahun itu adalah yang pertama di Asia Pasifik. Dengan fasilitas itu Alcatel akan mengembangkan, menggabungkan dan menguji end-to-end solusi jaringan IP dalam rangka membantu para operator telekomunikasi dan enterprise untuk mengubah jaringan mereka menjadi jaringan yang sepenuhnya berbasis pada IP.Dengan dukungan Economic Development Board di Singapura, IPTC — yang berlokasi berdampingan dengan IPTV Competency yang diluncurkan Alcatel-Lucent 2006 — di Asia ini ditargetkan dapat menampilkan sekitar 50 teknologi dan 80 tenaga ahli. IPTC Asia-Pacific merupakan pelengkap dari IPTC dan Network Integration Center yang berlokasi di Antwerpen, Belgia; Lisle, Illinois dan Plano, Texas, AS. Pusat-pusat ini membagikan ilmu, sumber dan latihan, yang membantu para penyedia untuk menjalankan proyek transformasi IP mereka. Salah satu contoh keberhasilan IPTC Asia adalah jasa komunikasi IP yang canggih untuk perusahaan telekomunikasi di Macau, Companhia de Telecommunicacoes de Macau SARL (CTM) untuk mewujudkan visi Digital Macau.Visi itu menyajikan jasa jaringan generasi berikutnya di bidang seluler, broadband, high-speed data services dan aplikasi. Lebih lanjut lagi CTM akan mengembangkan jasa layanan yang lebih mutakhir di mana konsumen dapat meminta tambahan bandwith (bandwith on demand), dengan kualitas yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhannya.